LLDIKTI se-Indonesia kumpul di Gorontalo Sosialisasi Kepsesjen Penyesuaian Sistem Kerja dan POS AP

LLDIKTI (1)

READ.ID – Kepala Bagian Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) se-Indonesia kumpul di Gorontalo sosialisasi Kepsesjen tentang Penyesuian Sistem Kerja dan Reviu Prosedur Operasional Standari Administrasi Pemerintahan (POS AP), yang berlangsung selama tiga hari yakni Senin-Rabu (24 – 26 Juli 2023) bertempat di Hotel Grand Quality, Kota Gorontalo.

Plt Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kemenristekdikti, Reny Parlina, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan kegiatan reviu dokumen POS AP ini bertujuan untuk melakukan pendampingan secara langsung kepada seluruh unit kerja.

“Hal ini dimaksud agar unit kerja dapat melakukan perbaikan terhadap dokumen dan penerapan POS AP di unit kerja masing-masing berjalan efektif dan efisien,” kata Reny Parlina, Senin (24/7).

Instrumen yang terkait dengan penilaian terhadap kelengkapan dokumen POS AP adalah format dokumen POS AP harus sesuai dengan PermenPANRB No. 35 Tahun 2012.

Menurutnya dokumen POS AP terdiri dari bagian identitas dan bagian flowcharts yang harus dilengkapi dan sesuai dengan kondisi terkini, dokumen POS AP telah ditetapkan oleh Kepala Unit Kerja, dan dokumen POS AP yang telah disusun oleh unit kerja harus sesuai dengan tugas dan fungsi.

“Reviu dokumen POS AP merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi dan upaya yang dilakukan bersama-sama mengetahui sebab permasalahan dalam penyusunan, penerapan dan evaluasi dari POS AP tersebut dan semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi lldikti wilayah XVI,” ujarnya.

Sementara itu Munawir Sadzali Razak selaku Kepala LLDIKTI Wilayah XVI usai kegiatan tersebut mengatakan LLDIKTI adalah lembaga yang ada dibawah menteri, yang tugasnya untuk memfasilitasi peningkatan mutu perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

“Sebelumnya itu memang bisa dibilang masih banyak keberagaman, baik itu sistem kerja maupun POS AP, sehingga pertemuan hari ini diharapkan ada keseragaman,” kata Munawir Sadzali Razak.

Ia menambahkan dari keseragaman ini kemudian ada kesepakatan di antara seluruh LLDIKTI terkait sistem kerja yang diterapkan.

Karena sejak awal memang tugas fungsinya indikator kinerja utamanya prosesnya sama, sehingga harusnya POS AP itu juga harusnya seragam.

“Namun tentu saja kebutuhan dan dimensi beda-beda, karena cakupan layanan LLDIKTI disetiap wilayah juga berbeda misalnya kita melayani 3 provinsi dengan sekitar 80 pergeruan tinggi, sehingga untuk sistem kerja dan jumlah tim kerja tentu saja kita sesuaikan dengan kebutuhan,” ungkapnya.

 

Terkait hal itu, lanjut Munawir, imbasnya terhadap pelayanan tentu saja dengan adanya POS AP yang seragam, kita berharap pelayanan bisa jauh lebih cepat, lebih mudah, sederhana, dan ini berlaku di seluruh Indonesia.

Jadi jangan sampai kemudian ada perbedaan, ada disparitas antara satu wilayah dengan wilayah yang lain, sehingga keseragaman ini kita harapkan.

“Sehingga secara nasional bisa memberikan peningkatan kualitas layanan dan tentu saja, kita harapkan terjadi peningkatan kepuasan dari perguruan tinggi yang kita layani,” tutup Munawir.

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version