READ.ID – Desa Torosiaje, perkampungan di atas air yang ikonik di Kabupaten Pohuwato, menjadi saksi lahirnya sebuah gerakan kolaboratif bertajuk “Echoes of Tomini”. Kegiatan ini merupakan program langsung dari Rektor UNG, yang dilaksanakan berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekerja sama dengan perguruan tinggi serta Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato.
Mengangkat tema “Revitalizing Coastal Ecosystems through Education, Culture and Tourism”, program ini bukan sekadar seremoni biasa. Echoes of Tomini hadir sebagai wujud nyata sinergi antara mahasiswa, akademisi, dan pemerintah dalam menjaga, mengangkat, serta memperkenalkan nilai-nilai budaya, sosial, dan potensi lokal yang ada di kawasan Teluk Tomini, khususnya di Desa Torosiaje.
Desa Torosiaje dipilih bukan tanpa alasan, Wilayah ini memiliki kekayaan budaya dan sosial yang tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi pengembangan sektor pariwisata, pendidikan, perikanan, hingga ekonomi kerakyatan.
Presiden BEM UNG, Surya Reksa Umar, menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan selaras dengan visi UNG yang memiliki fokus terhadap pengembangan masyarakat berbasis kawasan di wilayah Teluk Tomini.
“Torosiaje memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Melalui ruang akademis, mahasiswa ingin memberikan kontribusi lebih melalui penelitian dan pengabdian, sehingga potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Surya.
Inisiatif mahasiswa ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Rektor UNG, yang diwakili Wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., yang hadir dalam kegiatan tersebut. Amir menilai gerakan yang lahir dari akar rumput mahasiswa ini sangat krusial, dalam mendukung percepatan pembangunan masyarakat di kawasan Teluk Tomini.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, lahir gagasan-gagasan konstruktif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat lokal. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa UNG peduli dan hadir langsung di tengah masyarakat,” terangnya.
Amir menegaskan komitmen institusi dalam mendukung penuh kegiatan inovatif mahasiswa ini. Menurutnya, program seperti Echoes of Tomini bukan sekadar aktivitas kemahasiswaan biasa, melainkan implementasi nyata dari visi universitas.
“UNG berkomitmen penuh untuk mengawal dan mendukung setiap inisiatif mahasiswa yang berdampak langsung pada masyarakat. Tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga memastikan dukungan sumber daya agar program ini berjalan berkelanjutan,” pungkasnya.











