Mungkinkah Menghindari Vagina Robek Saat Melahirkan?

READ.ID,- Saat melahirkan, vagina akan meregang untuk memungkinkan bayi bisa lolos keluar. Biasanya, vagina akan bisa “melar” tanpa masalah, namun tidak jarang robekan akan terjadi; mulai dari torehan kecil dan lecet dangkal hingga robekan yang cukup besar dan mempengaruhi beberapa otot dasar panggul.

Apakah vagina robek akan selalu terjadi? Apa robeknya vagina akan berbahaya bagi tubuh Anda? Dapatkan fakta-fakta seputar robeknya vagina, sehingga Anda akan tahu apa yang harus diharapkan menjelang persalinan nanti.

Apa yang menyebabkan vagina robek selama persalinan?

Vagina robek adalah luka sobek spontan (dokter tidak menyengajakan pengirisan, seperti episiotomi) yang dianggap sebagai bagian alami dari kelahiran. Luka sobek di vagina dialami oleh hampir 90 persen wanita melahirkan — terutama pada persalinan normal pertamanya.

Selama tahapan kedua persalinan, kepala bayi — atau bagian tubuh manapun dari bayi yang akan keluar lebih dulu — akan terdorong ke dalam vagina dan bergerak mendekati perineum (area di antara vagina dan anus). Kulit perineum akan meregang dan menipis di atas kepala bayi Anda. Selagi puncak kepala bayi mulai memunculkan diri ke permukaan, bukaan dan bibir vagina mulai menggembung dan meregang di sekitar kepala bayi. Jika kulit perineum tidak meregang dengan sukses, robekan dapat terjadi.

Sangat jarang bagi wanita untuk tahu atau bisa merasakan apapun dari robekan vagina yang terjadi, karena intensitas dan tekanan yang dialami selama tahap persalinan ini mengalahkan sensasi di luar itu. Sering kali ibu melahirkan akan diberi tahu bahwa mereka memiliki lecet ringan atau sobekan kecil dan merasa terkejut karena mereka tahu mereka tidak merasakan apapun. Namun, sobekan perineum dan vagina kadang dapat menyebabkan rasa sakit setelahnya dan memperpanjang waktu pemulihan Anda.

Mengenal jenis-jenis robekan vagina

Ada empat derajat kedalaman robekan vagina;dari torehan kecil hingga robekan dalam yang memengaruhi beberapa otot panggul hingga ke lubang anus.

  • Robekan derajat satu, melibatkan sobekan pada kulit teratas (epidermis) perineum dan jaringan di sekitar bukaan vagina atau lapisan terluar vagina itu sendiri. Sobekan ini tidak memengaruhi otot. Sobekan derajat satu sangat dangkal dan kecil, sehingga hanya membutuhkan sedikit — atau tidak sama sekali — jahitan. Luka sobek biasanya sembuh dengan cepat, menyebabkan sedikit atau tidak ada ketidaknyamanan saat beraktivitas.
  • Robekan derajat dua, melibatkan sobekan yang lebih dalam; memengaruhi otot di bawah lapisa vagina dan dinding vagina. Robekan jenis ini membutuhkan jahitan yang lebih banyak, lapis demi lapis. Luka derajat dua menimbulkan ketidaknyamanan dan biasanya dapat sembuh dalam beberapa minggu. Benang jahit akan larut selama masa penyembuhan.
  • Robekan derajat tiga, memengaruhi begitu dalam; masuk hingga ke lapisan vagina yang lebih dalam dan serabut cincin otot lubang anus. Dokter akan perlu menjahit setiap lapisan secara terpisah dengan fokus khusus untuk menutup lapisan otot pendukung lubang anus.
  • Robekan derajat empat, meliputi kesemua jenis torehan di atas dan meluas hingga ke dinding dalam yang melapisi rektum. Robekan vagina seperti ini memerlukan prosedur perbaikan yang sangat terinci, melibatkan penutupan beberapa lapisan. Sekitar 4 persen wanita yang melahirkan normal berakhir dengan sobekan yang lebih serius di perineum mereka yang meluas ke atau melalui rektum. Sobekan semacam ini dapat menyebabkan rasa sakit selama berbulan-bulan dan meningkatkan risiko inkontinensia usus (ketidakmampuan untuk mengontrol buang air besar, menyebabkan feses bocor dari rektum di waktu-waktu yang tak terduga).

Hampir 99 persen laporan kasus vagina robek selama persalinan merupakan torehan dangkal (derajat satu dan dua). Kasus robekan vagina yang lebih parah termasuk jarang, hanya terjadi pada sekitar 1% kelahiran, biasanya sebagai akibat dari episiotomi. Vagina robek derajat tiga dan empat lebih mungkin terjadi saat bahu bayi tersangkut atau saat vakum atau forsep digunakan selama proses melahirkan.

Luka sobek juga bisa terjadi di tempat lain. Beberapa wanita mengalami robekan di bagian atas vagina, dekat uretra (dikenal sebagai laserasi uretra). Sobekan di daerah ini seringnya lumayan dangkal, dan jika Anda mengalaminya, Anda mungkin hanya membutuhkan satu-dua jahitan atau bahkan tidak sama sekali. Sobekan dekat uretra tidak melibatkan otot, sehingga luka biasanya dapat sembuh lebih cepat dan lebih tidak sakit daripada robekan di perineum. Keluhan utama yang sering dilaporkan adalah sensasi panas saat buang air kecil.

Lebih jarang lagi, wanita mengalami sobekan di rahim atau labia (bibir terluar vagina), atau sobekan sangat dalam menembus jaringan vaginanya (dikenal sebagai sobekan sulcus).

Siapa saja yang berisiko mengalami vagina robek?

Selain calon ibu baru yang menjalani persalinan normal pertamanya, risiko vagina robek juga dapat terjadi jika:

  • Anda pernah melahirkan normal sebelumnya dan memiliki luka sobek derajat tiga atau empat
  • Anda menjalani persalinan yang dibantu, terutama jika melibatkan forsep
  • Anda memiliki episiotomi, atau pernah memilikinya di kelahiran sebelumnya
  • Tubuh bayi besar (berat lahir tinggi)
  • Proses kelahiran berjalan lama; Anda telah mendorong sangat lama
  • Anda mengalami peningkatan berat badan cukup besar selama persalinan
  • Posisi bayi Anda lahir posterior (kepala bayi di bawah, tapi menghadap perut bukan punggung Anda)
  • Jarak antara bukaan vagina dan anus Anda lebih pendek dari umumnya
  • Proses melahirkan terlalu cepat (tidak memberikan waktu untuk perineum meregang dengan baik)

Apa yang akan dilakukan dokter untuk memperbaiki vagina yang robek?

Jika Anda memiliki sobekan (dari episiotomi, atau keduanya) yang membutuhkan jahitan, pertama kali dokter akan menyuntikkan bius lokal langsung di sekitar daerah yang bermasalah. Atau, jika Anda memiliki sobekan besar, Anda mungkin akan mendapatkan blok pudendal (suntikan bius lokal ke dalam dinding vagina, menargetkan saraf pudenda untuk membuat seluruh area genital Anda mati rasa). Kemudian dokter akan menjahit luka, lapis demi lapis.

Luka sobek bisa sembuh dalam tujuh sampai 10 hari dengan perawatan yang tepat. Namun, setelah sobekan diperbaiki, Anda mungkin akan mengalami sakit dan nyeri di area luka seiring pemulihan.

Bagaimana cara merawat luka jahit vagina robek?

Sensasi tidak nyaman (terutama saat duduk tegap), perdarahan dari situs jahitan, dan pembengkakan umum timbul mengikuti prosedur melahirkan dan/atau jahitan luka sobek vagina selama 7-10 hari. Buang air besar atau melakukan sesuatu yang menyebabkan peningkatan tekanan ke bagian bawah, seperti batuk atau bersin, juga akan terasa sakit. Pada minggu kedua, luka jahitan akan berangsur sembuh dengan baik dan jahitan akan larut, tapi saraf dan kembalinya kekuatan otot seperti sedia kala dapat memerlukan waktu pemulihan yang lebih lama.

Dengan izin dokter Anda, ada cara Anda dapat meringankan ketidaknyamanan ini di rumah dan mempercepat proses penyembuhan, dengan:

1. Kompres es

Tempelkan kompres es batu (yang ditutupi kain bersih) ke daerah jahitan selama 10-20 menit untuk mengurangi pembengkakan. Pastikan untuk tidak mengompres lebih dari 20 menit dalam satu kali sesi, karena dapat menyebabkan kerusakan saraf. Kain bersih berfungsi melindungi kulit dari kerusakan jaringan akibat paparan langsung suhu dingin dari es batu.

2. Berendam air hangat

Duduk santai di bathtub yang terisi oleh air hangat selama 20 menit 3 kali sehari, atau tempelkan waslap yang direndam air hangat ke area jahitan adalah cara yang baik untuk meringankan rasa ketidaknyamanan akibat luka sobekan vagina.

3. Alasi bantal saat duduk

Bantal empuk berbentuk donat yang dijual khusus untuk mengelola wasir bisa memberikan Anda sedikit kenyamanan, walaupun sementara, saat Anda butuh duduk untuk waktu yang lama.

4. Senam Kegel

Jika Anda rutin melakukan Kegel selama kehamilan, maka lanjutkanlah sekarang untuk coba meringankan nyeri pascajahitan — bahkan jika Anda tidak merasakan apapun saat melakukannya. Senam Kegel akan merangsang sirkulasi darah dan membantu mempercepat proses pemulihan Anda. Senam ini baik untuk mengencangkan otot dan menurunkan risiko inkontinensia, serta meningkatkan kenikmatan seksual.

5. Istirahat, jangan dipaksa bekerja keras

Jangan lakukan aktivitas apapun yang memberatkan fisik atau ketegangan otot selama setidaknya dua minggu setelah melahirkan. Tidur berbaring di sisi Anda, dan coba untuk tidak berdiri atau duduk terlalu lama untuk menghindari semakin parahnya sakit perineum Anda.

Jika Anda memiliki asisten rumah tangga, anggota keluarga, atau teman yang menawarkan untuk membantu meringankan pekerjaan Anda, terima saja, dan batasi waktu Anda beraktivitas fisik yang melelahkan.

Jika luka robek vagina Anda ada lebih dari satu torehan kecil, kemungkinan Anda akan sangat merasa tidak nyaman — jadi jangan malu meminta obat penghilang rasa sakit. Jangan lupa untuk selalu menjaga area genital Anda tetap lembap namun bersih setiap saat setelah melahirkan.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah vagina robek saat melahirkan?

Risiko vagina robek akan semakin minim jika Anda menjalani proses melahirkan yang perlahan, sistematik, dan terkendali untuk memungkinkan banyak waktu perineum Anda meregang dengan baik guna mengakomodasi bayi Anda. Hal ini dapat berarti menunggu dan melawan keinginan untuk mendorong untuk sementara waktu ketika kepala bayi mulai muncul, misalnya. Ketika Anda merasakan hasrat untuk mendorong, sebenarnya rahim Anda sudah berkontraksi dan mendorong bayi ke bawah. Anda tidak perlu mendorong dengan seluruh tubuh Anda sambil menahan napas untuk melahirkan bayi Anda. Menahan napas saat mengejan mengurangi suplai oksigen untuk Anda dan bayi Anda, dan menegangkan otot Anda, bukannya melemaskan. Buang napas dalam-dalam saat kontraksi memungkinkan bayi Anda untuk turun perlahan dan menyebabkan sedikit trauma untuk dasar panggul Anda.

Dalam sebuah penelitian, penggunaan kompres hangat pada perineum selama bagian akhir dari tahap kedua persalinan (mendorong) dikaitkan dengan risiko lebih rendah untuk robekan.

Anda atau pasangan Anda dapat mulai untuk memijat perineum dengan jari-jari dan jelly pelumas, seperti K-Y Jelly, ketika Anda berada sekitar 34 minggu hamil. Setelah itu, hal itu harus dilakukan setiap hari. Tindakan ini akan melembutkan dan menghaluskan kulit dan dapat membantu untuk meregangkan lebih mudah selama persalinan. Senam kegel juga dapat digunakan untuk membantu menurunkan risiko vagina robek.

Mengelola diet sehat sepanjang masa kehamilan penting, tidak hanya untuk menyediakan asupan makanan sehat untuk bayi Anda, namun nutrisi dan vitamin yang baik juga dapat membantu menjaga kondisi kulit Anda tetap sehat dan elastis; sehingga mencegah robek.

Terakhir, cari dokter bedah yang tidak rutin melakukan episiotomi dan berpengalaman untuk membantu wanita melahirkan dengan perineum utuh. Tapi ingat bahwa banyak hal yang bisa terjadi di luar kekuasaan Anda. Mungkin risiko vagina robek memang tidak dapat dihindari, terutama jika bayi Anda berbadan besar atau dalam posisi yang sulit, atau khusunya jika Anda memiliki khususnya jaringan pendukung vagina yang rapuh.*****

Sumber : https://hellosehat.com/kehamilan/melahirkan/serba-serbi-vagina-robek-melahirkan/