READ.ID – Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dari Fakultas Pertanian Jurusan Agroteknologi, Zulkarnain Abdul, melakukan penelitian terkait analisis pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau melalui perlakuan pemupukan dan waktu penyiangan.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Libungo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Februari hingga April 2025 sebagai upaya mencari teknik budidaya yang lebih optimal untuk meningkatkan produksi kacang hijau.
Tanaman kacang hijau sebagai sumber protein nabati dinilai memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Namun, produksi yang belum maksimal mendorong perlunya inovasi dalam teknik budidaya, khususnya pada aspek pemupukan dan pengendalian gulma.
Penelitian dirancang menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan, yakni dosis pupuk kandang ayam dan waktu penyiangan. Dosis pupuk yang digunakan terdiri atas 15 ton per hektare dan 30 ton per hektare.
Sementara itu, perlakuan waktu penyiangan meliputi tanpa penyiangan, penyiangan pada 7 dan 14 hari setelah tanam (HST), serta penyiangan pada 7, 14, dan 21 HST. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan metode ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5 persen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam pada kedua dosis tersebut tidak memberikan pengaruh nyata secara statistik terhadap seluruh parameter pengamatan, seperti luas daun, indeks luas daun, laju pertumbuhan, hingga hasil panen per petak.
Sebaliknya, perlakuan waktu penyiangan menunjukkan adanya pengaruh pada parameter hasil produksi per petak, khususnya pada penyiangan dua kali pada 7 dan 14 HST yang menghasilkan produksi tertinggi.
Perlakuan tersebut mampu meningkatkan hasil hingga 181,86 gram per petak atau setara dengan 1,21 ton per hektare, meningkat sekitar 28,09 persen dibandingkan tanpa penyiangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi petani dalam menentukan teknik budidaya kacang hijau yang lebih efektif.











