Pasca Peringatan Dini Tsunami, Viral Video Air Laut Masuk ke Pemukiman, Warga Terlihat Panik Berlarian

Peringatan Dini Tsunami
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Pasca peringatan dini tsunami status SIAGA yang dikeluarkan BMKG pasca gempa M 7,6, masyarakat jagat maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah video viral di platform Facebook yang memperlihatkan kepanikan warga akibat air laut yang mulai masuk ke wilayah pemukiman.

Video yang diunggah oleh akun bernama LidyaKatilik tersebut merekam momen mencekam di mana sejumlah warga, termasuk anak-anak dan orang dewasa, terlihat berlarian menjauhi genangan air yang mengalir deras menyusuri jalanan desa.

Dalam rekaman berdurasi singkat itu, terdengar suara riuh rendah warga yang berteriak saling memperingatkan dalam nada panik.

Meskipun pengunggah video belum menuliskan secara persis lokasi kejadian tersebut, dugaan kuat mengarah ke wilayah Pulau Lembeh. Indikasi ini diperkuat oleh dialek, bahasa, dan dialog yang terekam dalam video, yang sangat identik dengan logat khas masyarakat di daerah Sulawesi Utara atau sekitarnya.

Data Historis dan Peringatan BMKG

Sebagai kilas balik, BMKG pada pukul 05:48:16 WIB tadi mendeteksi gempa bumi tektonik dengan Magnitudo 7,6 yang berpusat di laut, 129 km Tenggara Bitung-Sulut, dengan kedalaman 62 km. Gempa kuat ini memicu BMKG untuk segera mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami dengan status SIAGA untuk wilayah Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut).

Berdasarkan pemodelan BMKG, wilayah Kota Bitung di estimasikan akan kedatangan gelombang tsunami pada pukul 06:12:14 WIB. Selain Bitung, wilayah lain di Sulut yang masuk dalam status SIAGA adalah Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan Bagian Selatan, dan Minahasa Utara Bagian Selatan, dengan estimasi waktu tiba gelombang antara pukul 06:17 hingga 06:18 WIB.

Di Provinsi Maluku Utara, wilayah Kota Ternate, Halmahera, dan Kota Tidore juga ditetapkan dalam status SIAGA dengan estimasi kedatangan gelombang lebih awal, yaitu antara pukul 05:53 hingga 05:56 WIB.

BMKG terus mengimbau Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berada pada status ancaman untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, serta terus memantau arahan resmi dari BPBD, BNPB, dan BMKG melalui kanal resmi yang tersedia.

Baca berita kami lainnya di