Pemkab Pohuwato Resmikan Gedung Dispersip

READ.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato, meresmikan Gedung baru yang menjadi, Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip).

Gedung Dispersip tersebut, diresmikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Suharsi Igrisa, dan dihadiri Forkopimda, Pimpinan OPD, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Gorontalo, Selasa (21/9/2021).

Sebelum meresmikan, Suharsi Igrisa mengungkapkan rasa syukur sebagai pimpinan daerah, di mana hal ini merupakan langkah awal di masa pemerintahan mereka, dalam menata Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pohuwato.

“Alhamdulilah, saya melihat raut wajah bahagia dari bapak dan ibu bagian Dinas Perpustakaan yang hari ini hadir dalam acara peresmian ini,” tuturnya.

Selanyutnya, Suharsi mengatakan, Dispesip Kabupaten Pohuwato itu sebelum memiliki gedung baru, telah banyak meraih prestasi yang sangat membanggakan,  baik dalam tingkatan lokal provinsi, maupun di tingkat nasional.

Suharsi juga menambahkan, dengan adanya gedung baru tersebut, diharapkan bisa digunakan sebaik-baiknya, demi meningkatkan prestasi dari Dispersip Kabupaten Pohuwato itu sendiri.

“Kami berharap baik dinas maupun masyarakat Pohuwato, bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di Dinas Perpustakaan ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dispersip Pohuwato Lusiana Bouty, menjelaskan jika selama ini dinas yang dipimpinnya tersebut, selalu beruyapa bekerja secara maskimal, dengan memiliki 39 ASN yang bekerja sama dengannya, telah membawahi perpustakaan sekolah dan desa yang berjumlah 159.

Lusiana juga menyampaikan, pihak terus menjalankan berbagai program literasi baik dari Perpustakaan Nasional maupun daerah.

Olehnya kedepan, dirinya berharap, perpustakaan daerah itu sudah tidak lagi berbasis konvensional, melainkan berbasis informasi teknologi (IT) guna mengikuti perkembangan yang ada.

“Kami sudah memulai itu, membuat di mesjid agung, kantor bupati, di tempat rekan-rekan DPRD, Kejaksaan, tapi memang kondisi daya untuk menjangkau lebih jauh itu agak sulit, karna memang jangkauannya hanya sampai 300 meter, sehingga kadang-kadang agak terganggu padahal itu sudah salah satu tanda kemajuan perpustakaan bebasis IT,” pungkasnya.

(JK/Read)