Pemkot Kotamobagu Dukung Pelatihan Barista BAZNAS untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID — Pemerintah Kota Kotamobagu mendukung program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Kotamobagu melalui pelatihan barista. Program tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi pemerintah daerah dan BAZNAS dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan zakat dan infak.

Dukungan Pemkot Kotamobagu tersebut diberikan terhadap pelaksanaan pelatihan yang digelar Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan baru kepada peserta, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan secara mandiri.

Ketua BAZNAS Kota Kotamobagu Kamal Babay, S.E., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kotamobagu, Dandim 1303/Bolaang Mongondow dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, pelatihan barista merupakan bagian dari Program Kotamobagu Sejahtera yang pembiayaannya bersumber dari zakat dan infak masyarakat.

Kamal menjelaskan, BAZNAS Kota Kotamobagu memiliki sejumlah program pemberdayaan, yakni Kotamobagu Sehat, Kotamobagu Cerdas, Kotamobagu Taqwa, Kotamobagu Peduli dan Kotamobagu Sejahtera. Melalui program tersebut, zakat dan infak tidak hanya disalurkan untuk kebutuhan sosial, tetapi juga didayagunakan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas masyarakat.

Ia berharap keterampilan barista yang diperoleh peserta dapat menjadi modal untuk membuka peluang usaha di bidang kuliner dan minuman. BAZNAS juga berharap adanya dukungan lanjutan dari Pemkot Kotamobagu melalui program pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sehingga peserta memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan menjadi usaha produktif.

Pemkot Kotamobagu bersama BAZNAS diharapkan terus memperkuat sinergi dalam menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pelatihan barista tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kemandirian ekonomi peserta sekaligus memastikan pengelolaan zakat dan infak dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.***

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60