Tanggal04/06/2020

Pengamat: Kader Golkar Gorontalo Harus Rasional

Golkar Gorontalo

READ.ID – Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Gorontalo, Direktur Eksekutif Titik Demokrasi Indonesia (TDI) dan jebolan Departemen Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Ardiansyah menjelaskan bahwa partai politik modern perlu mengembangkan organisasi berdasarkan pada prinsip market atau pasar secara rasional dan efisien.

Jumlah Terpapar Covid-19 Di Gorontalo
POSITIF
118 +10
DIRAWAT
83
SEMBUH
29
MENINGGAL
6
Sumber data : Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Update terakhir : 3 Juni 2020 14:00 WITA

“Jika diibaratkan parpol itu sebagai produsen yang harus melihat dan mengikuti permintaan pembeli, artinya dalam keberhasilan Golkar di Gorontalo memang tidak bisa dilepaskan dari peran sentral seorang ketua, ini harus diperhatikan dan dibaca dengan baik oleh para ketua DPD II, secara sangat rasional dan prinsip efisien menjelang Musda Golkar Provinsi Gorontalo”. Ujarnya saat diminta penjelasan, (4/3).

Pertemuan lima Ketua DPD II Partai Golkar dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, merupakan langkah bijak demi kepentingan Partai Golkar di Gorontalo.

Sebagai partai besar dan telah menguasai Provinsi Gorontalo, kematangan mengelola organisasi demi menjaga keutuhan partai telah dilakukan dengan baik.

Dalam pertemuan itu para Ketua DPD II Partai Golkar menyampaikan langsung keinginan mereka agar supaya Rusli Habibie yang saat ini menjabat Gubernur Gorontalo, direkomendasikan kembali untuk memimpin Partai Golkar Provinsi Gorontalo untuk ketiga kalinya.

Lebih lanjut Ardiansyah memberikan contoh kasus yang terjadi pada partai politik yang ada di Eropa dan beberapa negara lainnya yang berusaha melakukan regenerasi dan menerapakan prinsip demokratis justru menimbulkan konsekuensi diluar perhitungan dan kontra-produktif dengan tujuan partai politik.

“Jangan sampai dengan melakukan regenarasi justru melahirkan konflik internal dan kemunduran terhadap partai, Kader Golkar pasti paham jika membiarkan gejala konflik didalam tubuh partai golkar, resikonya seperti apa dalam menghadapi pemilu, jika terjadi perpecahan justru merugikan partai itu sendiri, partai menjadi tidak fokus dan banyak mebuang energi pada kompetisi internal dan penyelesaian konflik”. Tambahnya.

Terakhir, Ardiansyah meyakini jika Partai Golkar berhasil menjaga soliditas dan keutuhan partai, maka dominasi Partai Golkar di Gorontalo akan terus berlanjut.

“Saya banyak membaca soal Golkar Gorontalo melalui berbagai hasil penelitian dan publikasi media massa, paling penting adalah menjaga soliditas dan keutuhan partai. Karena hal ini penting untuk menghadapi pemilu kedepan nantinya”. Tutupnya.