READ.ID – Rekaman kamera pengawas atau CCTV yang memperlihatkan aksi pengeroyokan antarsiswa di SMA Negeri 1 Gorontalo viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi saat jam istirahat pada Senin (19/10/2026) itu melibatkan siswa kelas XI dan XII terhadap seorang siswa kelas X.
Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan, SMA Negeri 1 Kota Gorontalo, Zulham Firmansyah, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan informasi awal, peristiwa itu diduga dipicu oleh raut wajah korban yang dianggap meremehkan siswa lain.
“Kejadian itu dari mimik seorang siswa yang kelas 10 itu. Mungkin raut mukanya dianggap pandang enteng, akhirnya terjadi pemicu dari situ terjadi perkelahian,” ujar Zulham saat diwawancarai.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak sekolah telah mempertemukan orang tua korban dengan orang tua siswa yang terlibat dalam insiden itu untuk melakukan mediasi.
“Kami sudah adakan pertemuan antara orang tua korban dan orang tua yang melakukan pemukulan. Tadi pagi kami sudah mediasi,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, sekolah menjatuhkan sanksi skorsing kepada siswa yang terlibat. Namun, siswa kelas XII yang sedang mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tetap diperbolehkan mengikuti ujian tersebut.
Setelah pelaksanaan TKA selesai, mereka akan melanjutkan masa skorsing yang dijatuhkan pihak sekolah.
“Dari pihak sekolah itu untuk sementara kami skorsing untuk siswa-siswa yang bermasalah. Tapi untuk siswa yang kelas 12 yang kena skorsing itu pada saat TKA, mereka tetap ikut TKA. Selesai ikut TKA, mereka lanjutkan skorsing,” jelasnya.
Zulham juga mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat 21 siswa yang teridentifikasi terlibat dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, pihak sekolah belum memastikan jumlah siswa yang diduga melakukan pemukulan maupun yang berstatus sebagai saksi.
“Secara keseluruhan ada 21 orang, tetapi kami belum mengidentifikasi berapa jumlah pelaku dan berapa jumlah saksi,” ungkapnya.
Di sisi lain, orang tua korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Zulham menegaskan, sekolah menghormati keputusan keluarga korban untuk menempuh jalur hukum.
Pihak sekolah juga akan menunggu hasil pemeriksaan kepolisian untuk mengetahui peran masing-masing siswa dalam peristiwa tersebut.
“Kami tidak bisa melarang hak orang tua untuk melaporkan kejadian ini. Kami akan menunggu hasil BAP dari pihak kepolisian untuk menentukan siapa yang menjadi tersangka, pelaku, maupun saksi,” tutupnya.
Meski insiden tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV beredar, aktivitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Kota Gorontalo dilaporkan tetap berjalan normal.











