READ.ID – Lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Tolango, Kecamatan Anggrek, mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara untuk memperkuat langkah penanganan sekaligus edukasi langsung kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Sry Fenty N. Sagaf, mengungkapkan bahwa jumlah kasus di wilayah tersebut kini mencapai sekitar 13 orang, berdasarkan hasil pendataan terbaru di lapangan.
“Sejak awal kasus, kami sudah turun langsung ke lapangan, melakukan edukasi dan memberikan contoh bagaimana menjaga kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun di luar rumah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tim puskesmas bersama dinas kesehatan secara aktif menyambangi rumah-rumah warga untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sekaligus mengidentifikasi potensi sarang nyamuk.
Dari hasil penelusuran, ditemukan sejumlah titik rawan seperti kaleng bekas, tempurung kelapa, hingga wadah terbuka yang dapat menampung air dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.
“Masih ada tempat-tempat penampungan air seperti kaleng bekas dan tempurung yang posisinya terbuka, itu menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk DBD,” jelasnya.
Selain itu, kondisi lingkungan di sekitar permukiman, khususnya di bagian belakang rumah warga, juga masih ditemukan tumpukan sampah yang berpotensi mempercepat penyebaran penyakit.
Upaya penanganan pun dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah kecamatan, unsur Forkopimcam, serta partisipasi masyarakat melalui kegiatan kerja bakti dan sosialisasi berkelanjutan.
Menurut Sry Fenty, kehadiran pemerintah daerah hingga turun langsung ke lapangan, termasuk peninjauan oleh Wakil Bupati, diharapkan mampu mendorong kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Tentu kami berharap ini menjadi dorongan bagi masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan, karena pencegahan itu kunci utama,” tambahnya.
Terkait penanganan medis, ia memastikan seluruh pasien ditangani sesuai prosedur. Setiap kasus yang terindikasi DBD akan dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan, meskipun terdapat beberapa yang setelah pemeriksaan lebih lanjut dinyatakan bukan DBD.
Pemerintah daerah akan terus mengintensifkan pemantauan serta langkah pencegahan guna mengantisipasi potensi peningkatan kasus di wilayah tersebut.











