READ.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat proses sertipikat tanah milik warga yang ada di Kecamatan Popayato Timur yang sebelumnya dijanjikan oleh pihak perusahaan PT. BJA, PT. IGL, dan PT. BTL. Hal tersebut dibahas dalam pertemuan yang digelar di Kantor Pertanahan Kabupaten Pohuwato, Jumat (10/04/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang Kantor Pertanahan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pohuwato, Andi Baso Thabrani, Kasat Intel Polres Pohuwato, perwakilan PT. Inti Global Group, perwakilan kepala desa, serta tokoh masyarakat yang tergabung dalam tim percepatan sertipikasi.
Bupati Saipul menyampaikan, bahwa pihaknya telah menyikapi dan memberikan perhatian serius terhadap dinamika yang terjadi dalam sepekan terakhir di lingkungan perusahaan.
Menurutnya situasi tersebut telah mendapat perhatian dari pihak kepolisian guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Alhamdulillah, kondisi yang sempat bergejolak sudah mendapatkan atensi dari Kapolres melalui penurunan personel, sehingga potensi insiden dapat dihindari,”ungkapnya
Selanjutnya, dijelaskan Saipul, sertipikat lahan ini telah berlangsung cukup lama dan menjadi harapan besar masyarakat yang hingga kini belum sepenuhnya terealisasi. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendorong percepatan melalui koordinasi dengan Kantor Pertanahan, khususnya terkait penerbitan sertipikat bagi masyarakat pemilik lahan.
Dikatakan Saipul telah berkomunikasi dengan mantan Direktur PT. Inti Global Laksana (IGL) Group, Ir. Burhanuddin, yang menyatakan kesiapan perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap aspek administrasi dalam proses tersebut.
“Oleh karena itu, kami meminta peran aktif dari pemerintah desa, kecamatan, tim percepatan, serta masyarakat pemilik lahan agar proaktif ketika dibutuhkan, terutama saat ada dokumen yang harus ditandatangani di BPN,”tuturnya
Lebih lanjut, Saipul menegaskan bahwa percepatan sertipikasi ini penting tidak hanya untuk kepastian hukum masyarakat, tetapi juga agar tidak mengganggu aktivitas operasional perusahaan yang berjalan.
Ia juga menyebutkan bahwa surat resmi dari beberapa desa telah diterima dan proses identifikasi lahan nantinya akan memanfaatkan teknologi drone, dengan tetap melibatkan tim untuk turun langsung ke lapangan.
Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pohuwato, Andi Baso Thabrani, membeberkan bahwa pihaknya akan melakukan verifikasi data yang diajukan untuk menentukan kemungkinan masuk dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun ini.
“Setelah data tersedia, akan kami cek di peta apakah memungkinkan untuk diakomodir dalam PTSL tahun ini atau tidak,”terangnya
Ia juga menekankan pentingnya kelengkapan administrasi sebagai syarat utama dalam proses penerbitan sertipikat. Untuk tahun 2026, kata Andi Baso, terdapat target PTSL seluas 948 hektare yang berlokasi di Desa Wonggarasi Barat.
“Pemetaan bidang tanah tahun ini menggunakan drone. Meski lokasi prioritas sudah ditentukan, tidak menutup kemungkinan ada alternatif lain, tergantung luas lahan dan kesiapan data,”imbuhnya
Andi jugamenambahkan, apabila belum dapat terakomodir pada tahun ini, maka akan diupayakan masuk dalam program tahun berikutnya.
“Kami tetap berupaya agar bisa terealisasi tahun ini. Untuk itu, kami sangat mengharapkan keaktifan dan kerja sama semua pihak,”pungkasnya











