READ.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat pembinaan dan pengawasan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat kabupaten.
Upaya tersebut dilakukan melalui Workshop Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan (Korbinwas) SPM serta Uji Coba Tools Monitoring dan Evaluasi (Monev) SPM untuk Kabupaten Pohuwato dan Boalemo yang digelar selama dua hari, 1–2 Oktober 2026, di Cabana Café dan Resto Boalemo.
Dalam kegiatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Provinsi Gorontalo, Yaser Arafat Dama, tampil sebagai narasumber.
Yaser menyampaikan materi terkait capaian sekaligus kendala dalam penerapan SPM di tingkat kabupaten. Paparan tersebut menjadi bagian dari sesi diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Pemerintah Kabupaten Boalemo dan Pohuwato serta Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Provinsi.
Workshop ini mengacu pada Permendagri Nomor 59 Tahun 2021 yang mengatur pemenuhan SPM melalui sejumlah tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program pelayanan dasar, hingga monitoring dan evaluasi kinerja.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti uji coba instrumen monitoring dan evaluasi SPM. Instrumen tersebut mencakup enam modul penilaian, mulai dari aspek perencanaan hingga pelaporan dan inklusivitas layanan.
Peserta workshop berasal dari unsur pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta organisasi terkait yang memiliki peran dalam penyelenggaraan pelayanan dasar.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo mendorong penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas penerapan SPM. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk menyusun langkah tindak lanjut yang terukur dalam rangka meningkatkan capaian pelayanan dasar kepada masyarakat.
Workshop kemudian ditutup dengan penyusunan dan penandatanganan rencana tindak lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan efektivitas pembinaan dan pengawasan penerapan SPM di daerah.











