READ.ID – Komisi III DPRD Kota Gorontalo mendorong BUMN, terutama perbankan dan Bank Indonesia, untuk menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna membantu UMKM di tengah efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Langkah ini dinilai penting agar pelaku usaha kecil tetap bisa berkembang meski kondisi keuangan daerah sedang terbatas.
Anggota Komisi III DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar, mengatakan bantuan CSR bisa difokuskan pada permodalan serta infrastruktur pendukung UMKM.
“Seperti pembuatan lapak dan pembenahan di area pasar sentral. Misalnya juga penyediaan sarana kebersihan lainnya seperti kamar mandi dan WC,” jelas Totok pada media, Senin (09/02/2026).
Menurutnya, UMKM di Kota Gorontalo saat ini terus berkembang cukup pesat. Jumlah pedagang bertambah, pendapatan meningkat, dan angka pengangguran mulai menurun sehingga ekonomi masyarakat ikut bergerak.
Kondisi itu juga berdampak pada sektor perbankan karena transaksi keuangan semakin tinggi, terutama melalui pembayaran non-tunai seperti QRIS. Karena itu, BUMN dinilai perlu mengambil peran lebih besar membantu UMKM.
Totok menjelaskan pemerintah memang memberi keringanan pajak bagi UMKM selama sekitar enam bulan agar mereka bisa lebih kuat sebelum dikenakan kewajiban seperti usaha lainnya.
Kebijakan ini bukan untuk membeda-bedakan pelaku usaha.
Ia menegaskan tidak ada diskriminasi terhadap pengusaha menengah ke atas, karena setelah masa penguatan selesai, UMKM juga akan tetap dikenakan pajak sesuai aturan.
Tujuannya semata-mata memberi ruang agar usaha kecil bisa bertahan lebih dulu.









