READ.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo mengambil sejumlah langkah untuk menyikapi kasus perundungan yang terjadi di SMA Negeri 1 Kota Gorontalo. Langkah tersebut mencakup dukungan terhadap proses hukum, pemenuhan hak pendidikan korban, hingga evaluasi sistem keamanan di lingkungan sekolah.
Kepala Bidang SMA dan Pendidikan Khusus (DIKSUS) Dikbud Provinsi Gorontalo, Agus Sumba, mengatakan pihaknya sangat menyesalkan terjadinya perundungan di lingkungan sekolah. Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai karakter, budi pekerti, serta upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
“Pertama, kami sangat menyesalkan perundungan yang terjadi di ruang sekolah sebab bertentangan dengan nilai-nilai karakter, budi pekerti, dan lingkungan aman yang selalu kami canangkan di seluruh satuan pendidikan,” kata Agus melalui keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).
Agus menjelaskan, Dikbud Provinsi Gorontalo mendukung proses hukum yang ditempuh pihak korban melalui aparat kepolisian. Pihaknya berharap kasus tersebut dapat ditangani secara objektif, adil, dan transparan.
Selain itu, Dikbud juga memberikan perhatian terhadap pemenuhan hak pendidikan dan pemulihan kondisi psikologis korban. Upaya tersebut akan dilakukan melalui pendampingan trauma healing dengan melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD).
Agus juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna media sosial dan insan pers, agar tidak menyebarluaskan video, foto, maupun identitas pribadi anak yang terlibat dalam kasus tersebut.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat pengguna media sosial dan rekan-rekan media untuk tidak menyebarluaskan video, foto maupun identitas pribadi anak demi untuk melindungi masa depan dan psikologis mereka sesuai amanah UU Perlindungan Anak,” pinta Agus.
Lebih lanjut, Dikbud Provinsi Gorontalo berkomitmen menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan sekolah dan pembinaan kesiswaan.
Evaluasi tersebut juga akan diarahkan pada penguatan sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar guna mencegah terulangnya kasus serupa.
Dikbud Provinsi Gorontalo turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan memercayakan penanganan kasus tersebut kepada pihak berwenang.



