PKM UNG Beri Penguatan untuk UKM Desa Katialada

READ.ID – Tim pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), memberikan penguatan kepada Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk Desa Katialada.

Penguatan tersebut mencakup aspek manajemen dan teknologi. Pemberian penguatan ini merupakan bentuk perhatian UNG kepada UKM di Kabupaten Gorontalo Utara yang terkena dampak dari Pandemi Covid-19.

Ketua tim pelaksana PKM, Ismet Sulila mengungkapkan, bahwa program itu bertujuan untuk mengurangi dampak negatif penyebaran covid-19, khususnya bagi masyarakat yang berperan sebagai pelaku UKM rumput laut di Desa Katialada, Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

“Kegiatan ini dilaksanakan melalui bimbingan teknis manajemen dan praktek pengolahan rumput laut sebagai ragam produk makanan dengan mengikuti standar prosedur covid 19,” ungkap Ismet, Jumat (20/8/2021).

Ia menjelaskan, bahwa PKM diversifikasi pengolahan rumput laut di desa Katialada ini merupakan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai kebutuhan kelompok masyarakat.

Sehingga ia berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan manfaat dari aspek penerapan fungsi dan unsur manajemen bagi UKM pengolahan rumput laut.

“Kegiatan ini juga memberikan nilai manfaat khususnya untuk pemasaran produk rumput laut secara online dengan menggunakan media sosial. Dengan metode pemasaran online kita berharap ini mampu meningkatkan omset penjualan, sehingga akan menambah pendapatan kelompok,” tuturnya.

Menurutnya, untuk terus meningkatkan pendapatan masyarakat harus dibutuhkan kerjasama dan tindak lanjutan program.

Oleh karena itu ia menyarankan agar pembinaan kelompok UKM dapat dilaksanakan secara periodic oleh instansi terkait sehingga dapat membantu pengembangan UKM sebagai penerima manfaat.

“Kami juga ingin mengucapkan terimakasih pada kelompok UKM Teratai Indah dan Pemerintah Desa Katialada atas terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Terkhusus untuk tim pelaksana, mahasiswa dan LPPM Universitas Negeri Gorontalo, serta Kemdikbud Ristek dan Badan Riset Inovasi Nasional,” tutupnya.