PMI Gorut Perkuat Layanan Darah, Fasilitas Uji Saring Jadi Perhatian

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID — Aksi yang digelar (IBI) Kabupaten Gorontalo Utara dalam rangka memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) mengungkap persoalan lain yang masih dihadapi layanan kemanusiaan di daerah tersebut.

Wakil Bupati Gorontalo Utara, , yang juga Ketua PMI Gorontalo Utara, mengatakan kebutuhan darah masyarakat belum sepenuhnya dapat dipenuhi secara mandiri. PMI Gorontalo Utara masih bergantung pada pasokan dari Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Gorontalo ketika ada masyarakat yang membutuhkan darah.

Menurut Nurjanah, kondisi tersebut berdampak pada waktu tunggu pasien. Selain persoalan pasokan, PMI Gorontalo Utara juga masih menghadapi keterbatasan fasilitas untuk melakukan pengolahan serta uji saring darah secara mandiri.

“Pertama, waktu tunggu pemenuhan darah bagi masyarakat menjadi lama karena harus meminta pasokan dari UDD PMI Kota Gorontalo. Kedua, keterbatasan layanan yang kami miliki dalam melakukan pengolahan dan uji saring darah secara mandiri,” ujar Nurjanah dalam kegiatan bakti sosial donor darah, Senin 28/09/2026.

Karena itu, Nurjanah mendorong adanya penguatan fasilitas pelayanan darah di Gorontalo Utara. Ia meminta dukungan pemerintah daerah untuk membantu PMI, khususnya dalam penyediaan laboratorium uji saring dan fasilitas pengelolaan darah.

“Kami memohon kepada Bapak Bupati untuk dapat membantu Unit Donor Darah PMI Gorontalo Utara melalui penyediaan laboratorium uji saring dan pengelolaan darah,” pintanya.

Di tengah keterbatasan tersebut, aksi donor darah yang digelar IBI menjadi salah satu upaya menambah ketersediaan stok darah. Sebanyak 28 kantong darah berhasil dikumpulkan dari para peserta, terdiri atas 14 kantong golongan O, sembilan kantong golongan B, empat kantong golongan A, dan satu kantong golongan AB.

Nurjanah mengapresiasi langkah IBI Gorontalo Utara yang menjadikan momentum HUT PMI sebagai aksi nyata membantu masyarakat. Ia juga mengajak warga yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk secara sukarela menjadi pendonor.

“Setetes darah, sejuta harapan. Bersama PMI dan IBI kita hadir untuk kemanusiaan,” katanya.

Selain persoalan ketersediaan darah, Nurjanah menyampaikan apresiasi kepada para bidan atas peran mereka dalam pelayanan kesehatan, khususnya pendampingan persalinan serta pemeliharaan kesehatan ibu dan anak.

Ia berharap para bidan terus mengambil peran dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak melalui edukasi yang mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60