Polda Gorontalo Imbau Warga Tidak Terprovokasi Peristiwa Kekerasan di Papua

READ.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Gorontalo melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) AKBP Wahyu Tri Cahyono imbau kepada masyarakat gorontalo agar tidak terprovokasi terkait peristiwa kekerasan di Nabire, Papua.

Hal itu disampaikan olehnya, karena saat ini telah marak postingan di media sosial tersebar video mengandung unsur kekerasan dilakukan sekelompok warga Papua, hingga membuat netizen berkomentar negatif dan mengajak untuk melakukan aksi.

banner 468x60

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat di Provinsi Gorontalo untuk tidak terpancing dengan postingan video maupun ajakan provokasi atas peristiwa yang terjadi di Papua,” ujar Wahyu, Kamis (27/2).

Ia mengatakan, saat ini Polda Papua telah bekerja menurunkan tim untuk menangani persitiwa tersebut. Olehnya, ia menginginkan kepada masyarakat Gorontalo, untuk memercayai sepenuhnya kepada pihak kepolisian daerah Papua.

Kabid Humas Wahyu juga turut mengajak kepada seluruh masyarakat Gorontalo untuk tetap menjaga kerukunan, tanpa membeda-bedakan baik suku, agama, ras dan budaya.

“Mari kita doakan mereka yang meninggal dunia, semoga Husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan ketabahan, dan semoga peristiwa ini tidak terulang lagi. Mari kita jaga terus keragaman yang ada, walau berbeda-beda kita adalah satu, yakni Bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Seperti diketahui, saat ini beredar viral video seorang sopir truk diamuk hingga tewas oleh warga di Nabire, Papua karena korban dituduh sengaja menabrak ternak babi dan pengendara motor.

Korban penganiayaan diketahui bernama Yus Yunus 26 Tahun asal Polewali, Sulawesi Barat.

Kasat Lantas Polres Nabire, AKP Hendra Krisnawan, kejadian pengeroyokan itu terjadi pada Minggu, 23 Februari 2020. Peristiwa bermula dari seorang pengendara motor yang merupakan warga Papua menabrak seekor babi.  Pengendara motor tersebut kemudian terlempar dan terlindas truk yang dikendarai Yus Yunus saat itu berpapasan di lokasi kecelakaan.

“Ada dua korban dalam kejadian ini yakni Yus Yunus seorang sopir truk dan pengendara motor bernama DM 37 tahun,” ucap AKP Hendra.

Saat itu, sejumlah masyarakat setempat melihat kecelakaan dan menuduh Yus Yunus penyebab kejadian.

Ironisnya, dalam video yang beredar, penganiayan terhadap korban dilakukan warga di depan Polisi yang sempat datang di lokasi kejadian.

Polisi saat itu berusaha menghalangi tapi warga tetap memukul korban menggunakan kayu. Korban akhirnya tewas dengan luka di bagian kepalanya. (Fadil/RL/Read)

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60