READ.ID – Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Kombes Pol. Dr. Maruly Pardede memimpin langsung agenda audiensi dan sosialisasi strategis bersama perwakilan serikat buruh se-Provinsi Gorontalo pada Jumat (27/2/2026).
Bertempat di Posko Desk Ketenagakerjaan Polda Gorontalo, kegiatan ini menjadi langkah nyata kepolisian dalam memperkuat sinergi dengan elemen pekerja. Pertemuan yang dimulai pukul 14.30 Wita tersebut difokuskan pada pemberian pemahaman mendalam mengenai fungsi strategis posko sebagai pusat koordinasi penanganan isu-isu ketenagakerjaan.
Dalam pemaparannya, Kombes Pol. Maruly Pardede menguraikan secara detail mengenai struktur organisasi serta mekanisme kerja Posko Desk Ketenagakerjaan yang telah disusun secara sistematis.
Beliau juga menegaskan rencana pengembangan layanan ini hingga ke tingkat Polresta dan Polres jajaran guna memperluas aksesibilitas bagi masyarakat, khususnya para buruh yang membutuhkan pendampingan. Langkah proaktif ini diharapkan dapat menyederhanakan birokrasi bagi para pekerja dalam melaporkan atau berkonsultasi mengenai permasalahan hukum di tempat kerja mereka.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting Polda Gorontalo, di antaranya Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus AKBP Firman Taufik, S.I.K., serta perwakilan dari Dit Intelkam, Dit Binmas, dan Bid Humas.
Kehadiran para perwira menengah ini menunjukkan komitmen serius institusi kepolisian dalam mengawal stabilitas sektor ketenagakerjaan di Gorontalo. Di sisi lain, perwakilan serikat pekerja yang hadir seperti A. Andrika Hasan (DPW FSPMI), Maryam Abdullah, dan Edi S. Raat (Kasbi Gorontalo) memberikan apresiasi atas keterbukaan Polri dalam membangun komunikasi ini.
Sesi dialog interaktif menjadi bagian paling krusial dalam pertemuan tersebut, di mana para tokoh buruh menyampaikan berbagai aspirasi dan masukan secara terbuka. Pembahasan mencakup beragam persoalan, mulai dari sengketa hak normatif hingga indikasi dugaan tindak pidana di bidang ketenagakerjaan yang terjadi di wilayah hukum Provinsi Gorontalo.
Forum ini menjadi ruang bagi para aktivis buruh untuk memaparkan kasus-kasus spesifik yang memerlukan perhatian khusus dan penanganan cepat dari pihak kepolisian.
Sebagai penutup, audiensi ini diharapkan mampu melahirkan pola komunikasi yang lebih konstruktif dan berkelanjutan antara Polda Gorontalo dan elemen serikat pekerja. Dengan adanya kesepahaman yang kuat, setiap permasalahan ketenagakerjaan di masa mendatang dapat ditangani secara profesional, proporsional, dan tetap bersandar pada ketentuan hukum yang berlaku.
Sinergi ini menjadi kunci penting dalam menjaga iklim investasi dan kesejahteraan pekerja yang harmonis di wilayah Provinsi Gorontalo.











