Prodi S-2 AP UNG Gelar Diklat Merdeka Belajar

READ.ID – Program Studi (Prodi) S-2 Administrasi Pendidikan (AP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) Merdeka Belajar, Rabu (16/12/2020).

Diklat yang digagas mahasiswa UNG itu menyasar para guru sekolah sebagai peserta, dengan mengangkat tema ‘Transformasi Pembelajaran Di Era Merdeka Belajar’.

Menurut Ketua Panitia Djufri Wolango, diklat tersebut digelar sebagai upaya memperkuat peran guru dalam mengimplementasikan sistem Merdeka Belajar dalam proses pembelajaran.

Hal tersebut kata Djufri sangat perlu, karena seorang guru harus mampu merancang serta mentransfer ilmu kepada siswa secara efektif.

“Diklat ini diharapkan menjadi titik awal kemajuan dan peningkatan profesionalisme guru sebagai tanggung jawabnya dalam memberi kontribusi bagi peserta didik,” ungkap Djufri.

Warek III UNG Prof. Karmila Mahmud, dalam sambutannya mengungkapkan, tema yang diusung pada diklat itu sangatlah penting, karena saat ini para guru dihadapkan dengan penerapan sistem Merdeka Belajar.

Kata Prof. Karmila, dalam Merdeka Belajar, guru harus siap untuk bertransformasi dan berasimilasi dengan perkembangan zaman.

“Merdeka Belajar sebagai solusi menjawab tantangan perkembangan jaman terkait bidang pendidikan, sehingga para guru harus siap mengimplementasikannya dalam kegiatan pembelajaran,” ujar Karmila.

Prof. Karmila berharap, pelaksanaan diklat yang terselenggara di Graha Mufidah Kota Gorontalo itu, dapat memberikan hasil yang luar biasa bermanfaat.

“Kegiatan ini merupakan sebuah terobosan luar biasa, karena pelaksanaan Diklat akan sangat mendukung dan mempersiapkan para Guru dalam bertransformasi melaksanakan Merdeka Belajar,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Magister Administrasi Pendidikan Dr. Arifin Suking menuturkan, pelaksanaan diklat tersebut merupakan bagian dari mata kuliah Manajemen Diklat.

“Diklat tersebut adalah bagian dari mata kuliah Manajemen Diklat, atau mata kuliah unggulan, sebab, mahasiswa harus bisa menyelenggarakan diklat mulai dari tahap perancangan kegiatan, pelaksanaan hingga tahap evaluasi,” Jelas Dr. Arifin.

Selain itu, kata Dr. Arifin, hal tersebut sekaligus menjadi peran dan kontribusi dari prodi kepada masyarakat.

“Diklat itu juga merupakan bagian dari kontribusi kami untuk pengembangan kualitas dan mutu pendidikan di Gorontalo, melalui pembinaan dan pengembangan SDM,” tandas Dr. Arifin.

(SAS/RL/Read)

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60