Program READSI di Kabupaten Pohuwato Capai 95 Persen

Program READSI

READ.ID – Keberhasilan program Rural Empowerment and Agricurtural Development Scaling-up Initiative (READSI), di Kabupaten Pohuwato sekses mencapai 95 persen.

Hal tersebut, di ungkapkan Kasie Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketenagaan, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pohuwato Ato Haras, dalam kegiatan Kunjungan tim International Fund for Food and Agriculture (IFAD), yang berlangsung di Desa Dudepo, Kecamatan Patilanggio, Selasa (21/9/2021)

Sebelumnya, Ato Haras menjelaskan, Readsi merupakan program Kementrian Pertanian yang anggaranya berasal dari IFAD, untuk memberdayakan 70 persen masyarakat tani yang menjadi sasaran di daerah.

“Di Kabupaten Pohuwato ini, dipilih desa yang memiliki presentase keluarga miskin yang tinggi, setelah kami mendata, ada 6 kecamatan yang memperoleh program ini, dimana setiap kecamatan ada 3 desa, dan setiap desa ada 7 kelompok,”tuturnya

Selanjutnya, Ato Haras juga mengatakan, 7 kelompok tersebut terbagi beberapa komoditi antra lain, jagung, padi/sawah, kelapa, cacao, pekarangan, dan hortikultura, yang mana di tahun pertama mendapatkan yang didik oleh penyuluh melalui sekolah lapang di tahun pertama.

Selanjutnya, ditahun kedua kata ato, masyarakat tani tersebut diberikan bantuan sosial berupa dana untuk pengadaan sarana produksi pertanian, berupa pupuk dan obat-obatan pertania juga benih, yang diharapkan bisa segara melakukan proses produksi, berdasarkan pendidikan tang telah di berikan sesusai komoditi masing-masing.

“Alhamdulillah, pada tahun ketiga ini masyarakat sedah melaksanakan penanaman, dan boleh di kategorikan 95 persen mereka berhasil, dengan bukti telah memiliki tabungan kelompok, kalau di desa sini, ada yang sudah memiliki tabungan Rp 15.700.000, ada juga Rp 500.000.000, bahkan di kecamatan lain ada yang mencapai Rp 26.000.000,”ungkapnya

Kasie Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketenagaan Distan Pohuwato itu juga menmbahkan, di tahun ketiga ini juga program Readsi menganggarkan untuk infrasrtuktur desa yakni akses jalan pertanian, yang pengelolaannya dilakukan oleh lelompok tani.

Olehnya ia berharap, dengan program ini bisa maliharkan peningkatan baik pengelolaan, dan produksi pertanian, yang menjadikan masyarakat sejahtera.

“Harapan kami, terjadi peningkatan pengetahuan dalam proses budidaya tanaman, peningkatan pendapatan, yang endingnya terjadi peningkatan kesejahteraan,”pungkasnya

(JK/Read)