Rafiqa Bora Pimpin Rapat Teknis Pengendalian Inflasi Jelang Nataru, Ini Poin yang Dibahas

Rafiqa Bora

KOTAMOBAGU, READ.ID – Pemkot Kotamobagu menggelar rapat teknis pengendalian inflasi jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kamis, 8 Desember 2022.

Rapat yang digelar di Aula Kantor Wali Kota, ini dipimpin, Asisten ll Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotamobagu, Siti Rafiqah Bora, para pimpinan OPD, Unsur Polri, pengelola SPBU dan Pangkalan Gas Elpiji se-Kotamobagu.

Dalam rapat Rafiqa mengingatkan kepada para agen Elpiji untuk tidak menjual tabung gas elpiji melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Bahwa untuk nanti penjualan Tabung Gas Elpiji menyongsong Hari Natal dan tahun baru harga harus tetap berdasarkan HET dan tidak bisa Lewat,” kata Rafiq.

Sedangkan untuk para pengelola SPBU, Rafiqa mengingatkan untuk jangan melayani antrian yang SPBUnya belum buka akan tetapi banyak kendaraan yang sudah mengantri terlebih dahulu.

“Supaya ada efek jerah bagi mereka. Catat baik-baik, Sudah ada surat edaran wali kota. Kendaraan diminta untuk tidak mengantri, apalagi menggunakan halaman orang lain untuk antrian yang dapat menggangu aktivitas masyarakat,” tegasnya.

“Kami juga sudah laporkan ke biro ekonomi provinsi dan bagian migas supaya bagaimana mencari formulasi untuk menindak hal-hal seperti ini. Nanti setelah hasil keputusan rapat ini kita akan tindak lanjuti di lapangan nanti,” pungkasya.

Terpisah, Manager SPBU Matali Deddy Pudul mengatakan, surat edaran wali kota sudah membantu pihak SPBU terkait jam-jam antrian yang akan diterapkan oleh pihak SPBU.

“Sudah tiga hari ini pihak Polres Kotamobagu sudah membantu pengaturan masalah Antrian apalagi kalau ditambah pihak dari Dinas perhubungan, karena pada dasarnya pihak SPBU itu hanya mengawasi di sekitar SPBU,” kata Deddy.

Deddy juga menambahkan terkait keluhan masyarakat tentang antrian yang ada di SPBU Matali, pihaknya bersama Pemerintah Kelurahan Matali sudah menertibkan masalah antrian ini.

“Ini kan termasuk hanya 2 SPBU yang melayani solar Hanya SPBU Matali dan Mongkonai. Sehingga otomatis antrian itu agak panjang karena selagi masih ada solar, kita akan terus layani kendaraan sampai selesai,” pungkas Deddy. (*)

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60