Rangka Manusia di Paguyaman Diduga Berkaitan dengan Hilangnya Eca, Polisi Tunggu Hasil DNA

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Polda Gorontalo menggelar konferensi pers pada Sabtu, 26 September 2026 malam, terkait penemuan kerangka manusia di kawasan perkebunan tebu area Pabrik Gula, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, pada 24 September 2026.

Kerangka tersebut ditemukan dalam kondisi tidak lengkap. Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga menemukan sebuah handphone di saluran irigasi yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan kerangka.

“Dari hasil itu kami dapat melaksanakan olah TKP, kemudian menemukan ada berbagai macam jenis kerangka manusia. Kami juga melaksanakan penyusuran atau pencarian barang bukti lain yang berada di dekat kerangka manusia tersebut,” ujar Dirreskrimum , Kombes Pol. Teddy.

Handphone yang ditemukan kemudian diduga berkaitan dengan alias Eca, yang dilaporkan hilang sejak 22 Juni 2026.

“Berdasarkan keterangan keluarga maupun dari SIM card yang ada di handphone yang ditemukan di saluran irigasi tadi, ini sesuai dengan handphone yang dimiliki oleh saudara Eca,” tambahnya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan kedokteran forensik menunjukkan kerangka tersebut berjenis kelamin perempuan, dengan perkiraan usia 17 hingga 25 tahun.

“Hasil pemeriksaan secara umum, kerangka manusia ini adalah berjenis kelamin perempuan. Kemudian untuk umur yang kami peroleh dari hasil pemeriksaan ini berumur 17 sampai 25 tahun,” jelas Kabiddokkes Polda Gorontalo.

Meski demikian, polisi belum memastikan kerangka tersebut merupakan Eca. Kepastian identitas masih menunggu hasil pemeriksaan DNA.

“Untuk memastikan bahwa memang benar-benar si kerangka ini adalah yang kita cari, yang kita duga sebagai orang hilang tadi, kami perlu melakukan pemeriksaan DNA secara spesifik,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan identifikasi, sidik jari tidak dapat dilakukan karena bagian jari tidak ditemukan. Sementara pemeriksaan gigi telah dilakukan, tetapi belum terdapat data pembanding.

Untuk pemeriksaan DNA, tim telah mengambil sampel dari kerangka yang ditemukan. Sampel tersebut nantinya akan dibandingkan dengan sampel dari keluarga Eca.

“Kita akan mengambil pembanding dari kedua orang tuanya karena yang dilaporkan hilang ini adalah saudara Eca,” ujarnya.

Atas temuan tersebut, kepolisian telah menerbitkan laporan terkait dugaan pembunuhan. Namun, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas kerangka sekaligus mengungkap rangkaian peristiwa di balik penemuan tersebut.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60