Ratusan Karung Batu Hitam di Bone Bolango Dipasang Garis Polisi

READ.ID – Ratusan karung batu hitam hasil pertambangan ilegal, di Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, dipasangkan garis polisi, Sabtu (28/8/2021).

Dari pantauan di lokasi, siang tadi, garis polisi masih terpasang. Belum diketahui apakah Polda Gorontalo atau Polres Bone Bolango yang memasang garis polisi tersebut.

Sementara, ketika dikonfirmasi ke Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tricahyono, belum bisa memberikan keterangan karena masih berada di rumah sakit.

Beberapa waktu yang lalu, seperti diberitakan Read.id, telah terjadi aksi massa dari aliansi mahasiswa peduli lingkungan, yang menuntut agar pertambangan batu hitam ini dapat ditutup.

Diketahui, usai aksi massa tersebut, Bupati Bone Bolango Hamim Pou, beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengambil keputusan untuk dilakukan penutupan sementara.

Hamim Pou menegaskan, Forkopimda bersepakat untuk sementara menghentikan sementara aktivitas pertambangan pengambilan batu hitam di wilayah Suwawa Timur.

“Kita bersepakat untuk beberapa hari kedepan menghentikan sementara aktivitas pengambilan batu hitam sampai prosedur yang terkait dengan pengambilan batu hitam dipenuhi,” tegas Hamim yang turut didampingi Wakil Bupati Merlan S. Uloli.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bone Bolango AKBP Emile Reisitei Hartano, mengatakan hasil keputusan rapat jajaran Forkopimda Bone Bolango merupakan putusan yang diambil demi kebaikan masyarakat Bone Bolango.

Tambang yang di wilayah kami ini sangat banyak potensi menimbulkan konflik. Oleh karena itu, dari rapat ini kami mencarikan solusi yang terbaik buat masyarakat Bone Bolango agar tidak terjadi dampak yang diinginkan khususnya juga dampak bencana longsor dan banjir,” kata AKBP Emile.

Dirinya menuturkan, untuk melakukan penjagaan dan pengawasan di kawasan pertambangan, pihak kecamatan dan 9 kepala desa, serta jajaran TNI dan Polri seperti Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas akan bersiaga di tempat tersebut.

“Dari pihak kecamatan, 9 kepala desa dengan dibackup TNI/Polri yang akan menjaga dan mengawasi lokasi tersebut,” tandas Emile Reisitei Hartanto.