Sekdaprov Sofian Ibrahim Kunjungi Pengolahan Limbah Modern di Jepang

Sekdaprov Kunjungi Pengolahan Limbah Modern di Jepang

READ.ID – Lawatan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim di Tokyo, Jepang terus berlanjut. Kali ini Sekda Sofian yang didampingi Kepala Bapppeda dan Kabid Penataan Ruang PUPR berkesempatan mengunjungi dua perusahaan Jepang yang bergerak di bidang pengolahan limbah plastik secara modern, Selasa (27/2/2024).

Lokasi pertama yang dikunjungi yaitu Kanazawa Plant. Perusahaan yang terletak di Kota Yokomaha, Jepang, tersebut tidak hanya bergerak di bidang pengolahan limbah, namun hasil pengolahan sampahnya juga menghasilkan sumber energi dan ash/abu untuk batu bata dan biomas.

Kanazawa Plant diketahui mampu mengolah sampah sebanyak 12.000 ton/hari yang menghasilkan 12MW tenaga listrik. Tenaga listrik ini kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan perusahaan.

“Di Kanazawa Plant ini kami melihat proses pengolahan sampah yang sangat modern dan professional. Mereka mampu mengolah sampah menjadi tenaga listrik yang digunakan untuk kebutuhan perusahaan. Dan juga menghasilkan abu yang digunakan untuk berbagai bahan, seperti batu bara. Prosesnya juga ramah lingkungan dan tidak menyebabkan polusi udara,” ujar Sofian.

Lokasi kedua yang didatangi ialah perusahaan Guun Co Ltd yang mengolah khusus limbah plastik dan kayu. Pada kesempatan itu, Sofian bersama rombongan melihat proses pengolahan sampah plastik menjadi produk-produk bernilai yang keuntungannya mencapai 200 miliar/tahun.

“Kami Pemerintah Provinsi Gorontalo tengah menjajaki peluang pembangunan pabrik pengolahan plastik oleh Guun Company di Gorontalo, sehingga dapat mengurangi sampah yang ada. Dengan pembangunan Pelabuhan Anggrek maka akan sangat terbuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan pemerintah Jepang, karena jalur laut Gorontalo-Jepang dapat dilakukan di sana,” tutupnya.

Kunjungan lapangan itu merupakan rangkaian agenda dalam Seminar Internasional tentang Kolaborasi Antar Kota untuk Masyarakat Bebas Karbon yang diselenggarakan oleh Institute for Global Environmental Strategies (IGES) di Jepang.

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version