READ.ID – Memasuki tahun 2026, pupuk bersubsidi resmi hadir di sektor kelautan dan perikanan. Kebijakan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memperkuat sektor perikanan budidaya serta meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan skala kecil.
Bantuan pupuk bersubsidi ini merupakan upaya nyata Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie dalam memberikan kemudahan bagi pembudidaya ikan yang selama ini belum mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Sila N. Botutihe, menyampaikan bahwa kehadiran pupuk bersubsidi di sektor perikanan merupakan terobosan penting yang selama ini sangat dinantikan oleh para pembudidaya.
“Program Pupuk Bersubsidi ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada pembudidaya ikan kecil. Selama ini sektor perikanan belum banyak tersentuh pupuk bersubsidi, sehingga dengan kebijakan ini diharapkan biaya produksi dapat ditekan dan hasil budidaya semakin meningkat,” ujar Sila.
Pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Gorontalo menyalurkan pupuk bersubsidi tahap awal sebanyak 3.272 ton yang diperuntukkan bagi 724 pembudidaya di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Gorontalo Utara sebanyak 91 pembudidaya dan Kabupaten Pohuwato sebanyak 633 pembudidaya. Jenis pupuk yang dialokasikan meliputi pupuk UREA, SP-36, dan pupuk organik. Tutup Sila.
Dengan dukungan program ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap sektor perikanan budidaya semakin maju, produktivitas meningkat, serta kesejahteraan pembudidaya ikan di Gorontalo terus terangkat. Program ini juga menjadi daya ungkit dalam mendukung salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, yaitu Agromaritim.











