READ.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mengambil langkah antisipatif menghadapi musim kemarau tahun 2026 dengan mengeluarkan Instruksi Bupati Nomor 180/Bupati/47/IV/2026.Kebijakan ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan kolektif guna meminimalisir risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, bersama Wakil Bupati Nurjana H. Yusuf, menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat, termasuk ASN dan pemerintah desa, harus meningkatkan kewaspadaan selama periode kemarau panjang.
“Seluruh ASN, pejabat, dan masyarakat agar lebih ekstra hati-hati di musim kemarau ini. Kami sudah mengeluarkan instruksi dan surat edaran sebagai langkah pencegahan,” tegas Bupati.
Instruksi tersebut memuat sejumlah ikhtiar strategis, dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyumbatan saluran air, hingga perlindungan terhadap sumber air bersih seperti mata air dan sumur warga.
Pemerintah juga secara tegas mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penebangan pohon sembarangan serta melarang pembakaran sampah dan rumput, yang berpotensi memicu kebakaran lahan di tengah cuaca kering dan angin kencang.
Selain itu, warga diminta lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan rumah tangga seperti kompor gas, kompor minyak, kayu bakar, hingga instalasi listrik, mengingat potensi kebakaran bisa dipicu dari kelalaian kecil.
Dalam aspek sosial, Bupati menekankan pentingnya gotong royong sebagai fondasi ketahanan masyarakat. Pemerintah daerah melalui BPBD, kecamatan, hingga pemerintah desa juga diminta turun langsung memantau kondisi lapangan dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tetapi rumah dan harta benda warga menjadi korban. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat,” ujar Thariq.
Ia juga mendorong agar bantuan bagi korban bencana, khususnya terkait perbaikan rumah, dapat menjadi perhatian bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Lebih jauh, masyarakat diajak aktif dalam mitigasi bencana, termasuk membersihkan saluran air secara berkala serta memperkuat solidaritas sosial di lingkungan masing-masing.
Sebagai langkah adaptif, Pemkab juga mengimbau warga memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai, tomat, dan sayuran dengan metode hidroponik maupun konvensional, guna menjaga ketahanan pangan keluarga selama musim kemarau.











