Sukseskan G30PB, Bupati Thariq Integrasikan Kopi Liberika dengan Durian

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID  – Program Gorontalo Utara 2030 Produsen Buah (G30-PB) mulai diarahkan untuk mengintegrasikan komoditas pertanian yang telah berkembang di tengah masyarakat. Salah satunya kopi Liberika yang telah tumbuh secara organik sejak 2003 di kawasan Cempaka Putih.

Bupati Gorontalo Utara, , melihat langsung potensi perkebunan kopi milik Sahril tersebut. Dari kunjungan itu, Thariq menggagas pengembangan kopi Liberika melalui pola tumpang sari dengan tanaman buah, khususnya durian yang telah tumbuh di kawasan perkebunan tersebut.

Menurut Thariq, pola tersebut memungkinkan pengembangan kopi tetap berjalan tanpa mengabaikan tanaman buah yang menjadi bagian dari target G30-PB. nantinya dapat ditanam di sela-sela tanaman durian sehingga satu kawasan dapat menghasilkan lebih dari satu komoditas pertanian.

“Ke Pak Kadis untuk bibitnya ini, nanti diselingi di durian-durian apa begitu ya. Bagus ini,” ujarnya.

Thariq kemudian meminta jajaran pemerintah daerah menindaklanjuti rencana tersebut melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dan pemerintah desa. Pengembangan kopi Liberika, kata dia, menjadi bagian dari upaya memperluas basis komoditas yang dapat mendukung pencapaian target G30PB.

“Nanti saya panggil dinas yang bertugas. Nanti kedua kepala desa ini kita yang akan hubungi,” ungkap Thariq.

Selain mendorong perluasan tanaman, Thariq juga memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi petani pada tahap pascapanen. Selama ini, Sahril masih mengupas kopi basah secara manual menggunakan lesung sehingga prosesnya membutuhkan tenaga dan waktu cukup besar.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kopi Liberika, Thariq berkomitmen memfasilitasi mesin pengupas kopi dengan konstruksi baja. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan efisiensi pengolahan hasil panen.

“karena Bapak sudah izinkan kami untuk ambil bibitnya, berarti tugas saya kasih Bapak mesinnya untuk mengupas,” kata Thariq.

Bagi pemerintah daerah, pengembangan Liberika tidak hanya berkaitan dengan penambahan tanaman kopi, tetapi juga bagaimana potensi lokal tersebut dapat diperkuat dari sisi budidaya hingga pascapanen. Integrasi dengan tanaman buah melalui G30-PB diharapkan membuka ruang bagi pengembangan kawasan pertanian yang lebih produktif dan beragam.

“Kami dukung, Pak. Sebagai bupati, pimpinan di sini, saya dukung program Bapak,” tutup Thariq.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60