Sumaryoto : Wonogiri Harus Karantina Wilayah Atau Lockdown Untuk Hadapi Gelombang Mudik Warganya

READ.ID- Meski telah disampaikan agar tidak mudik saat ini untuk mencegah penyebaran virus covid 19, masyarakat terutama warga yang menuju Wonogiri semakin meningkat. Buntutnya beberapa awak bus terpaksa menurunkan penumpang di jalan untuk menghindari sweeping warga terhadap pemudik di Desa Giribelah, Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng). Hal ini disebabkan warga menghadang setiap pemudik untuk mengantisipasi penularan virus corona (Covid-19) yang kemungkinan mereka bawa.

Sementara perantau dari Jabodetabek terus berdatangan ke kampung halaman tidak peduli dengan larangan pemerintah untuk tidak mudik. Dari data sementars Terminal Kedatangan Giri Adipura tercatat terjadi lonjakan penumpang dari 1.000-1.500 menjadi 2.000 orang per hari.

Jumlah tersebut belum termasuk para pemudik yang menggunakan moda angkutan lain, seperti kereta api, mobil pribadi, atau sepeda motor.

Menurut perkiraan tokoh Wonogiri Sumaryoto, jumlah pemudik yang memasuki Wonogiri dari Jabodetabek diperkirakan 46 ribu orang yang nekat meski adanya larangan.

” Pemda Wonogiri mestinya melakukan karantina wilayah atau lockdown sekalian,” ujar Sumaryoto kepada read.id

Ia menilai langkah cepat harus diambil Pemda Wonogiri untuk mencegah penyebaran virus covid 19 akibat dari banyaknya warga yang pulang kampung. ” Siapkan APBD, bisa digeser geser untuk BLT masyarakat yang membutuhkan terutama bahan pokok, akibat kebijakan tersebut,” ungkap Sumaryoto. Mantan anggota DPR RI dari PDIP ini mengatakan pemda tak perlu ragu menggeser dana APBD dalam situasi darurat saat ini.

” Bis saya sudah satu minggu sengaja tidak dioperasikan untuk membantu stop penyebaran covid 19,” tambah Sumaryoto yang juga pengusaha bis malam yang tergabung dalam Gajahmungkur grup.

Ia juga meminta adanya upaya untuk menghentikan operasional bis malam untuk mengurangi arus orang yang nekad pulang kampung. ” Ternyata 90 ribu warga DKI yang mudik ke Jawa Tengah dan 46 ribunya dari Wonogiri,” kata Sumaryoto.

AS.read.id

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60