Tak Main-main! Walikota Adhan Sikat Pejabat RSAS yang Hambat Pelayanan

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID, , kembali menunjukkan taringnya dalam membenahi birokrasi yang dinilai menghambat pelayanan publik.

Sejak Senin kemarin, orang nomor satu di Kota ini resmi berkantor di RSUD Aloei Saboe (). Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Adhan mengaku telah mengantongi segudang masalah dari aspirasi keluarga pasien yang selama ini merasa terabaikan.

Tidak butuh waktu lama, “efek” dari kehadiran langsung sang Walikota langsung memakan korban di jajaran struktural rumah sakit.

Dengan adanya isu mafia obat yang ditemukan langsung oleh Walikota Gorontalo, Adhan langsung mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi Kepala Bidang Keuangan RSAS pejabat tersebut ditarik kembali ke Pemerintah Kota (Pemda).

Keputusan ini dipicu oleh temuan carut-marutnya pengelolaan rumah sakit, termasuk isu ketersediaan obat yang dikabarkan terindikasi praktik mafia.

“Kemarin pagi saya sudah (menemukan) masukan luar biasa. Termasuk kepala bidang keuangannya saya suruh tarik saja. Rumah sakit itu perlu pembenahan total karena menyangkut pelayanan masyarakat,” tegas Adhan saat ditemui di sela-sela kegiatannya, Rabu (08/04/2026).

Adhan menekankan bahwa ketersediaan obat adalah hal yang krusial dan tidak boleh dipermainkan. Ia pun telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap stok obat-obatan di RSAS guna memastikan tidak ada lagi keluarga pasien yang kesulitan mendapatkan hak medisnya.

Menurutnya, pembenahan ini tidak hanya akan dilakukan di RS Aloei Saboe, tetapi juga akan menyasar RS Otanaha untuk memastikan standar pelayanan kesehatan di Kota Gorontalo seragam dan berkualitas.

“Banyak temuan! Termasuk ketersediaan obat, sekarang saya suruh periksa. Hari ini Kabid Keuangan saya nonjobkan, ditarik ke Pemda,” cetus Adhan dengan nada bicara yang menusuk.

Bagi Adhan, berkantor di rumah sakit adalah cara tercepat untuk memotong jalur birokrasi yang berbelit dan mendengar langsung jeritan masyarakat. Ia berjanji akan terus berada di garda terdepan hingga pelayanan di kedua rumah sakit milik pemerintah kota tersebut benar-benar bersih dan profesional.

Langkah “bersih-bersih” ini diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan audit internal yang sedang berjalan. Adhan mengirimkan pesan jelas bagi seluruh pejabat rumah sakit: kerja profesional untuk rakyat, atau angkat kaki dari jabatan.

Baca berita kami lainnya di