READ.ID – Langkah nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat mulai dipacu di Desa Lauwonu. Pada Selasa (12/3/2026), para mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Angkatan 23 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sukses menggelar Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 1.
Forum ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ruang komunikasi partisipatif di mana mahasiswa dan warga duduk bersama untuk memetakan prioritas persoalan kesehatan yang ada di lingkungan desa.
“Kegiatan MMD 1 merupakan tahapan krusial dalam stase keperawatan komunitas. Setelah melakukan pengkajian mendalam di lapangan, para mahasiswa memaparkan temuan mereka di hadapan aparat desa dan tokoh masyarakat,” ungkap Ketua Jurusan Keperawatan UNG, Nurdiana Djamaluddin, S.Kep., Ns., M.Kep,.
Bagi mahasiswa Angkatan 23, terjun langsung ke Desa Lauwonu adalah pengalaman belajar yang tak ternilai. Mereka tidak hanya mengasah kemampuan analisis medis, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi dan pendekatan kolaboratif yang humanis.
“Mahasiswa belajar bahwa penyelesaian masalah kesehatan di tingkat desa tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan harus melibatkan keterlibatan aktif dari masyarakat itu sendiri sebagai pemilik wilayah,” terangnya.
Kepala Desa Lauwonu memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para calon ners ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di desa memberikan perspektif baru bagi warga dalam melihat kondisi kesehatan mereka sendiri.
“Kami sangat mengapresiasi MMD 1 ini. Kegiatan ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk melihat persoalan kesehatan secara terbuka dan terarah. Kami berharap hasil musyawarah ini berlanjut pada program nyata yang manfaatnya langsung dirasakan warga,” harapnya.











