Transfer Ilmu Saja Tak Cukup, Thariq Bawa Konsep SKS ke Dunia Pendidikan

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mulai mendorong Gerakan Surga Kasih Sayang (SKS) masuk ke ruang kelas melalui pembelajaran. Langkah ini menjadi upaya pemerintah daerah untuk menanamkan nilai kasih sayang dan membangun karakter anak sejak dini, sekaligus memperkuat pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan keluarga.

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Workshop Penyusunan Kurikulum Pembelajaran Surga Kasih Sayang (SKS) yang dibuka langsung oleh Bupati Gorontalo Utara, , Senin 26/10/2026, melalui Dinas Pendidikan.

Kegiatan ini diikuti Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan dari seluruh kecamatan di Gorontalo Utara serta jajaran pengawas pendidikan. Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya merumuskan penerapan nilai-nilai SKS dalam proses pembelajaran di sekolah.

Dalam penjelasannya, Thariq menyampaikan bahwa SKS tidak sekadar berorientasi pada proses transfer ilmu pengetahuan. Program ini juga menekankan pembentukan karakter, penguatan keharmonisan hubungan, serta penciptaan lingkungan pendidikan yang mengedepankan nilai kasih sayang.

Menurutnya, penerapan konsep tersebut perlu tercermin dalam proses pembelajaran sekaligus tata kelola kelembagaan pendidikan. Dengan demikian, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai positif bagi peserta didik.

Ia juga mengungkapkan. bahwa pengembangan sekolah berbasis SKS bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, melahirkan generasi yang mandiri dan berakhlak mulia. Kedua, membangun hubungan harmonis antara guru, murid, dan orang tua. Ketiga, mewujudkan tata kelola serta sistem kelembagaan sekolah yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, daerah, dan negara.

“Sekolah bukan sekadar lembaga yang mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi harus benar-benar menghasilkan generasi yang mandiri dan berakhlak mulia. Di dalamnya juga harus terbangun hubungan yang harmonis antara guru, murid, dan orang tua,” ungkap Thariq.

Ia menegaskan, konsep pendidikan SKS diharapkan mampu menghadirkan lingkungan sekolah yang tidak hanya berkualitas dalam proses pembelajaran, tetapi juga nyaman bagi seluruh warga sekolah dan membanggakan bagi masyarakat. Filosofi tersebut terangkum dalam tagline Surga Kasih Sayang, yakni “Indah Dipandang, Nyaman Dirasakan, dan Bangga Dijalani.”

Menurut Thariq, tersebut menjadi tahapan penting untuk menerjemahkan gagasan SKS ke dalam rumusan kurikulum yang terarah dan dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, nilai kasih sayang tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi bagian dari praktik pendidikan di sekolah.

“Gagasan-gagasan sekolah SKS ini akan diterjemahkan melalui kurikulum, kemudian diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Ini merupakan salah satu inovasi pemerintah daerah untuk menjawab tantangan pendidikan di daerah,” jelasnya.

Setelah penyusunan materi dan kurikulum rampung, pemerintah daerah berencana melanjutkan program melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik. Tahap berikutnya mencakup pelaksanaan Training of Trainers (ToT) bagi guru-guru penggerak berprestasi, yang kemudian dilanjutkan dengan bimbingan teknis bagi para guru sebelum konsep tersebut diterapkan dalam pembelajaran.

Melalui tahapan itu, Pemkab Gorontalo Utara berharap SKS berkembang menjadi pendekatan pendidikan yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan. Penyusunan kurikulum ini sekaligus menjadi ruang bagi tim pengembangan, pengawas, dan koordinator wilayah pendidikan untuk menyamakan persepsi dalam merumuskan pendekatan pembelajaran sesuai visi pendidikan daerah.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60