READ.ID – Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel mendorong agar tradisi membaca Barzanji tetap dilestarikan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama di tengah perubahan zaman yang dinilai menghadirkan tantangan moral bagi generasi muda.
Pesan itu disampaikan Wawali Indra dalam rangkaian penutupan Festival Barzanji II tingkat Kota Gorontalo sekaligus pengumuman kejuaraan, Rabu (7/10/2026), di Halaman TPQ Al-Muttaqien, Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi.
Wawali Indra mengatakan, Festival Barzanji tidak semestinya dipandang hanya sebagai kegiatan perlombaan atau seremoni keagamaan.
Menurut dia, kegiatan ini seharusnya menjadi salah satu upaya membumikan tradisi membaca shalawat sekaligus mengenalkan sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW yang tertuang dalam kitab Al-Barzanji.
“Di tengah gempuran zaman modern ini dan penuh tantangan, kita ingin memastikan bahwa untaian pujian kepada Rasulullah tetap menggema indah di hati generasi muda dan seluruh masyarakat di Kota Gorontalo,” kata Wawali Indra.
Ia menjelaskan, lantunan Barzanji tidak hanya memiliki nilai seni melalui syair-syair yang dibacakan.
Lebih dari itu, tradisi tersebut dapat menjadi ruang untuk merenungkan akhlak Nabi Muhammad SAW, meneladani perjuangannya, sekaligus mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah.
Untuk itu, Wawali Indra mengingatkan agar tradisi Barzanji tidak berhenti sebagai rutinitas yang hanya dilakukan pada momentum tertentu, seperti peringatan Maulid Nabi.
Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Barzanji dapat menjadi bagian dari semangat kehidupan beragama masyarakat.
“Kalimat-kalimat Barzanji jangan hanya dibaca dalam momen hari-hari tertentu saja,” ujar Wawali Indra.
“Kisah dalam kitab Barzanji seharusnya menjadi spirit sejarah dan penyegaran ketokohan Nabi Muhammad sebagai satu-satunya idola teladan kita, umat Islam,” lanjutnya.
Wawali Indra juga mengajak para pengurus majelis taklim di Kota Gorontalo untuk ikut mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan tradisi barzanji.
Menurut dia, pelestarian tradisi keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun suasana religius di tengah masyarakat kota Gorontalo.











