Wagub Idris: Kita Harus Lebih Waspada Terhadap Terorisme di Gorontalo

Terorisme Gorontalo

READ.ID – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim meminta kepada seluruh elemen masyarakat harus lebih waspada terhadap paham radikalisme dan terorisme di daerah setempat.

Hal itu diutarakannya saat menerima kunjungan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Gorontalo dan jajaran pengurusnya, serta pimpinan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, di ruang kerja Wagub di Gubernuran Gorontalo, Senin (22/2/2021).

“Dengan tertangkapnya tujuh terduga teroris oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri beberapa waktu lalu, kita harus lebih waspada terhadap paham radikalisme dan terorisme. Oleh karenanya perlu dilakukan upaya-upaya koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat agar paham radikalisme dan terorisme tidak ada lagi di Gorontalo,” kata Idris Rahim.

Idris Rahim meminta agar penanggulangan paham radikalisme dan terorisme melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Idris menuturkan, koordinasi antara Pemprov Gorontalo dengan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, FKPT, organisasi keagamaan, dan elemen masyarakat lainnya, bertujuan untuk menginventarisir berbagai permasalahan yang terkait dengan radikalisme dan terorisme. Menurut Wagub, hal tersebut sangat penting untuk tetap menjaga dan menjadikan Gorontalo sebagai daerah teraman di Indonesia.

“Upaya kita ini kesemuanya menuju Gorontalo yang aman dan tidak ada lagi permasalahan yang menyangkut radikalisme dan terorisme,” ujarnya.

Sementara itu Ketua FKPT Provinsi Gorontalo Ani Hasan mengemukakan beberapa program FKPT dalam mengantisipasi aksi radikalisme dan terorisme di daerah. Program tersebut di antaranya membuat profil tentang kenaikan pangkat bagi pejabat serta rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil di Provinsi Gorontalo dengan memperhatikan adanya paham-paham radikalisme dan terorisme, serta mengindentifikasi organisasi-organisasi yang berkembang di Gorontalo.

“Untuk program nasional tahun 2021 yang akan dilaksanakan di daerah akan kita bahas pada rakernas yang akan digelar pada tanggal 2 hingga 5 Maret 2021. Pastinya, untuk mengantisipasi aksi radikalisme dan terorisme tidak bisa dikerjakan sendiri, tetapi harus dilaksanakan bersama antar pemerintah daerah dengan seluruh pihak terkait,” tandas Ani.

Sebelumnya, Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengungkapkan, tujuh terduga teroris yang ditangkap di Gorontalo sudah berencana serang rumah pejabat di Gorontalo.

“Kelompok ini merencanakan penyerangan rumah dinas anggota Polri dan juga rumah pejabat di Gorontalo, serta berencana akan melakukan aksi perampokan pada beberapa toko yang ada disekitar Gorontalo,” ujar Brigjen Rusdi saat menggelar konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Kamis (04/2/2021).

Terduga Teroris Gorontalo

Sejumlah terduga teroris dari Makassar dan Gorontalo yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Banten pada Kamis 04/2/2021). Foto humas Polri

Teroris Gorontalo

Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono saat menggelar konferensi pers terkait penangkapan 26 orang terduga teroris dari Makassar dan Gorontalo yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Banten pada Kamis 04/2/2021). Foto humas Polri

Ia juga menyebut, para terduga teroris itu tengah melakukan persiapan yang diantaranya latihan bela diri dan merakit bom.

“Kelompok ini dikenal dengan Ikhwan Pohuwato. Ini merupakan kelompok Jamaah Ansor Daulat yang tentunya berafiliasi kepada ISIS,” ungkap Rusdi.

Rusdi juga mengungkapkan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meringkus 26 terduga teroris yang berhasil ditangkap dari Makassar dan Gorontalo. Mereka akan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) khusus tindak pidana terorisme di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Penangkapan 7 terduga teroris dilakukan di Kecamatan Duhiadaa dan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Jumat (27/11/2020) lalu. Para terduga teroris sudah lama menjadi target operasi densus 88.

Saat penangkapan yang dilakukan Densus 88 itu, disaksikan langsung oleh aparat pemerintah desa setempat.

Selain menangkap 7 terduga teroris, petugas juga mengamankan diduga sejumlah senjata api.

(Read/Pemprov)