Wakil Gubernur Gorontalo Tunjukkan Kepedulian terhadap Penyandang Disabilitas di Open House

READ.ID,-  Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap penyandang disabilitas dengan menerima kunjungan komunitas tunarungu dalam gelar griya atau open house hari terakhir di rumah jabatannya, Rabu (2/4/2025). Sekitar 50 anggota komunitas tunarungu hadir dalam acara tersebut, yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 WITA.

Sebagai sosok yang dikenal peduli terhadap kaum difabel, Idah Syahidah menyambut hangat kedatangan komunitas tunarungu dengan penuh kekeluargaan. Ia secara khusus memastikan bahwa mereka merasa nyaman dan dapat menikmati seluruh hidangan yang disediakan. Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini, Wakil Gubernur juga berbincang dengan beberapa perwakilan komunitas untuk mendengar langsung aspirasi dan kebutuhan mereka.

“Kepedulian terhadap penyandang disabilitas harus menjadi perhatian kita semua. Saya sudah lama berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak mereka, baik sebelum menjabat maupun sekarang sebagai Wakil Gubernur,” ujar Idah Syahidah yang juga dikenal sebagai Bunda Disabilitas Provinsi Gorontalo.

Sebagai bentuk perhatian dan apresiasi, Idah Syahidah turut membagikan hadiah serta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada komunitas tunarungu dan masyarakat kurang mampu yang hadir. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban mereka dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Selain komunitas tunarungu, open house hari terakhir ini juga terbuka untuk masyarakat umum. Acara ini menjadi wujud nyata dari komitmen Wakil Gubernur Gorontalo dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan peduli terhadap seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Idah menegaskan bahwa perhatian kepada penyandang disabilitas tidak hanya sebatas perayaan dan momen tertentu, tetapi harus menjadi agenda berkelanjutan. Ia pun berkomitmen untuk terus memperjuangkan akses yang lebih luas bagi kaum difabel dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap warga, termasuk saudara-saudara kita yang memiliki kebutuhan khusus, mendapatkan hak yang sama untuk berkembang dan hidup dengan sejahtera,” tutup Idah Syahidah.

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version