Wasatpel dan Kapolsek Pelabuhan Ferry Gorontalo nyebur ke laut, Atasi Tali melilit dibaling-baling Kapal

READ.ID – Sebagai Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Pelabuhan Ferry Gorontalo, Jumat (4/4/2025) menjadi hari yang menguji kesiapsiagaan Deni Abdul dan timnya.

Sebuah insiden tak terduga menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Tuna Tomini yang membawa 177 penumpang, yang hampir batal berangkat, akibat ada tali yang melilit pada propeller atau baling-baling kapal.

Kejadian itu bermula, saat KMP Tuna Tomini bersiap berangkat dan mesin mulai dipanaskan, Deni Abdul selaku Wasatpel Pelabuhan Ferry Gorontalo menerima laporan krusial mengenai adanya gangguan pada sistem mesin.

“Anak buah kapal menemukan ada indikator gangguan, sehingga mesin tidak stabil,” ujar Deni Abdul, selaku Wasatpel Pelabuhan Ferry Gorontalo.

Baginya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keselamatan penumpang dan awak kapal, indikasi sekecil apapun terkait ketidakstabilan mesin adalah sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan demi keselamatan pelayaran.

Menghadapi situasi genting ini, Deni Abdul tidak tinggal diam. Ia bergerak cepat mencari solusi praktis.

Menyadari potensi risiko, maka pihaknya intervensi langsung di bawah air, ia berinisiatif meminjam peralatan selam.

“Setelah dapat bantuan alat selam, saya turun bersama Kapolsek KPG Gorontalo, Ipda Reza Reyzaldy, untuk menangani langsung situasi di bawah kapal,” ungkap Deni.

Fokus perhatiannya langsung tertuju pada kemungkinan adanya masalah serius pada propeller kapal, komponen vital yang jika terganggu dapat berakibat fatal di tengah laut.

Setelah beberapa saat menyelam, Deni menemukan adanya seutas tali yang terlilit kuat pada propeller KMP Tuna Tomini.

Deni Abdul mengungkapkan kelegaannya karena masalah ini bisa teratasi dengan cepat, sekalipun ada keterlambantan 45 menit keberangkatan dari jadwal yang telah ditentukan, namun paling tidak masalah ini bisa teratasi sebelum kapal berlayar.

“Jika tidak ditemukan sebelum berangkat, tali yang menyangkut bisa menyebabkan mesin mati total di tengah lautm tentu hal ini tidak kita inginkan bersama,” jelasnya.

Dari sudut pandang operasional dan keselamatan pelabuhan yang menjadi tanggung jawabnya, Deni Abdul memahami betul krusialnya fungsi propeller. Ia memastikan prosedur pemeriksaan dijalankan dengan baik untuk mengidentifikasi akar masalah.

Insiden ini menjadi penegas komitmen Deni Abdul dan seluruh jajaran Pelabuhan Ferry Gorontalo dan pihak lainnya dalam menjaga standar keselamatan tertinggi.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus siaga penuh, terutama dalam periode arus balik Libur lebaran Idul Fitri demi menjamin keamanan dan kenyamanan setiap penumpang yang menggunakan jasa pelabuhan Gorontalo.

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version