Akademisi Gorontalo: New Normal Berkaitan Erat dengan Pemulihan Ekonomi

Akademisi Gorontalo New Normal
Dosen Kebijakan Publik Universiatas Bina Mandiri Gorontalo, William Indra S. Mooduto menyebut bahwa penerapan “new normal” berkaitan erat dengan motif ekonomi.

READ.ID – Dosen Kebijakan Publik Universitas Bina Mandiri Gorontalo, William Indra S. Mooduto menyebut bahwa penerapan “new normal” berkaitan erat dengan motif ekonomi. Sebab adanya pandemi Covid-19 sangat berdampak pada sektor ekonomi, terutama setelah diberlakukan PSBB.

Menurut William, dalam kajian teori ilmu ekonomi kebijakan PSBB yang membatasi aktivitas masyarakat berakibat pada penawaran (supply) dan permintaan (demand) menimbulkan guncangan fundamental ekonomi riil.

“Krisis dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Olehnya, langkah pemerintah untuk menerapkan new normal yang diawali dengan pemulihan ekonomi, setidaknya dapat menstabilkan perekonomian,” ujar William, Sabtu (30/5).

Selain itu, kebijakan new normal yang bakal diterapkan di Gorontalo agaknya masih prematur karena mengingat kasus virus corona masih bertambah. Akan tetapi, kita tidak bisa membiarkan masyarakat terus terisolasi di dalam rumah tanpa kepastian dan jaminan.

“Kita tahu bersama, kita bukan negara maju yang memiliki anggaran berlebih dan sumber pendapatan melimpah sehingga dapat menjamin kehidupan masyarakatnya secara penuh,” katanya.

Menurutnya, sumber pendapatan negara yang paling banyak berkontribusi adalah pajak. Sedangkan yang paling dominan berkontribusi ke pajak adalah sektor swasta yang notabene merupakan pelaku usaha baik pribadi maupun badan usaha.

“Bila aktivitas ekonomi berhenti, maka negara tidak punya pemasukan dari pajak, dan akibatnya negara juga tidak bisa mengurus rakyatnya. Nah, Jika new normal tidak dilakukan maka dampak sosial ekonominya tidak akan bisa tertahankan. Dan selanjutnya akan membawa multplier efek pada kebangkrutan negara,” tandasnya.

(Aprie/RL/Read)

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version