Bapera Kota Gorontalo Buka Donasi Peduli Bencana Sulbar dan Sulut

Bapera Gorontalo

READ.ID – Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Kota Gorontalo membuka donasi bagi para donatur yang ingin berbagi kepeduliannya kepada korban bencana alam di Sulawesi Barat (Sulbar) dan Sulawesi Utara (Sulut).

Ketua Bapera Kota Gorontalo, Moh Vini Sidiki mengatakan, pihaknya telah membuka posko peduli bencana yang terletak di jalan Nani Wartabone atau di sekitar simpang empat bank BNI Kota Gorontalo.

Pihaknya membuka donasi berupa pakaian bekas, obat-obatan, sembako, bahan pokok bayi dan balita. Para donatur juga bisa mengirim bantuannya melalui via transfer pada nomor rekening di bawah ini:

Bapera Kota Gorontalo
Bank Sulutgo
003 02110135655

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi pengurus Bapera Kota Gorontalo pada nomor Handpone (0852-4248-2766).

Ketua Bapera Kota Gorontalo mengatakan, kegiatan kemanusian ini dilaksanakan demi meringankan dan mengurangi beban penderitaan warga yang terdampak bencana alam.

“Aksi sosial yang kami lakukan ini sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” tutur pria yang biasa disapai Imi tersebut.

Hingga Rabu (20/1/2021), hasil galang dana sementara yang dikumpulkan Bapera sebanyak Rp3.285.000. Penggalangan dana maupun open donasi rencananya akan dilakukan selama seminggu kedepan.

“Target kami seminggu untuk menggalang dana. Sementara penyaluran bantuan yang kami kumpulkan rencananya akan dikirimkan Minggu depan nanti pada Kamis (28/1/2021),” jelasnya.

Bapera

Suasana pengurus Bapera Kota Gorontalo melakukan galang dana di ruas jalan Kota Gorontalo

Bapera

Pengurus Bapera Kota Gorontalo saat mengumpulkan hasil galang dana untuk korban bencana alam di Sulbar dan Sulut.

Dalam penyaluran bantuan nanti, kata Imi, pihaknya berharap kepada pemerintah Provinsi Gorontalo dan pemerintah Kota Gorontalo dapat memfasilitasi armada angkutan.

“Kami berharap kepada pemerintah setempat bisa memfasilitasi angkutan kepada kami yang ingin menyalurkan bantuan kepada saudara-saudar kami yag tertimpa bencana di wilayah sulbar dan sulut,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, gempa terjadi di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, terjadi pertama kali pada Kamis, 14 Januari 2021 dengan skala 5,9 magnitudo pada pukul 13.35 WIB. Belum berhenti di situ, gempa susulan dengan skala lebih besar terjadi pada Jumat dini hari, 15 Januari 2021.

Hingga Selasa, 19 Januari 2021, jumlah korban jiwa akibat gempa Sulbar mencapai 88 jiwa. Juru Bicara Basarnas Makassar melalui keterangan resminya merinci dari 88 korban tersebut, 77 orang merupakan warga Mamuju dan 11 orang warga Majene.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Senin, 18 Januari 2021, 253 orang mengalami luka berat dengan rincian 189 warga Mamuju dan 64 warga Majene. Sementara, jumlah korban luka ringan sebanyak 679 orang dan 19.435 orang mengungsi.

Sementara itu bencana alam juga terjadi di sembilan kecamatan dan 33 kelurahan di Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (16/1/2021). BPBD Manado melaporkan sebanyak enam orang meninggal akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi di daerah setempat.

(RL/Read)