READ.ID — Koordinator Lapangan (Korlap) TOMITA (Suwawa Peduli Lingkungan), Rezaldath, memberikan klarifikasi terkait informasi dugaan penjarahan dan perusakan yang terjadi dalam rangkaian aksi demonstrasi di wilayah Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Ia meminta agar persoalan tersebut ditelusuri secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang valid.
Rezaldath menegaskan, sejak awal dirinya berupaya menjaga agar aksi unjuk rasa tetap berada dalam koridor penyampaian aspirasi masyarakat yang tertib. Ia mengaku sangat memahami kekecewaan warga, namun menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh diselesaikan dengan tindakan yang merugikan pihak lain.
“Saya tidak pernah menghendaki adanya pembakaran hutan, pembakaran aset perusahaan, ataupun tindakan perusakan dalam perjuangan ini,” tegas Rezaldath, Sabtu (31/10/2026).
Terkait insiden penjarahan dan perusakan di area Main Camp Sungai Max milik PT Gorontalo Mineral (GM), Rezaldath menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di luar pengawasan langsungnya. Saat kejadian, perhatian dirinya bersama jajaran pengamanan dan kepolisian sedang terpusat pada kegiatan salat Jumat serta menjaga situasi di sekitar masjid.
Begitu menerima informasi mengenai dugaan penjarahan tersebut seusai salat Jumat, Rezaldath mengaku langsung mengambil keputusan tegas untuk menghentikan seluruh rangkaian aksi.
“Bagi saya, ketika muncul persoalan seperti ini, langkah pertama adalah menenangkan keadaan dan memastikan kebenaran informasi. Kalau memang ada tindakan penjarahan, tentu harus ditelusuri. Siapa yang melakukan, bagaimana peristiwanya, dan apa yang sebenarnya terjadi harus dijelaskan berdasarkan bukti. Saya mendukung agar persoalan ini menjadi terang,” ujarnya.
Guna mendudukkan perkara secara jernih dan adil, Rezaldath turut mengimbau pihak-pihak yang memiliki rekaman video atau dokumentasi kejadian agar berkenan membagikannya. Menurutnya, hal tersebut penting untuk membantu proses identifikasi dan memberikan gambaran peristiwa secara utuh tanpa ada kesimpulan sepihak.
“Bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan agar saya juga dapat mengetahui peristiwa secara utuh.
Kebenaran harus diberi ruang untuk diungkap,” pungkasnya.











