READ.ID – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menekankan pentingnya penguatan peran Posyandu dalam mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Menurutnya, Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mencakup bidang pendidikan, sosial, hingga pelayanan dasar lainnya.
Hal tersebut disampaikan Gusnar saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pembina Posyandu Tingkat Provinsi Gorontalo yang turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifah Fauzi, Selasa (3/11/2026).
Dalam arahannya, Gusnar menjelaskan bahwa perubahan peran Posyandu perlu dipahami seluruh jajaran, mulai dari tingkat provinsi hingga desa dan kelurahan.
Ia mengingatkan bahwa selama ini Posyandu identik dengan pelayanan kesehatan. Namun, melalui Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, peran Posyandu diperluas menjadi wadah pelayanan terpadu yang melibatkan enam bidang SPM.
Karena itu, ia meminta seluruh unsur terkait memperkuat koordinasi dan tidak lagi memandang Posyandu sebagai urusan Dinas Kesehatan semata.
“Kita bicara satu kesatuan pintu, satu kesatuan pelayanan,” tegasnya.
Selain penguatan koordinasi, Gusnar juga menekankan pentingnya kontribusi Posyandu dalam upaya menekan angka stunting di Gorontalo.
Menurutnya, keberhasilan Posyandu salah satunya harus diukur dari sejauh mana perannya membantu menurunkan angka stunting.
Ia mengungkapkan, angka stunting di Provinsi Gorontalo yang sebelumnya berada di kisaran 23 persen kini telah turun menjadi 18 persen.
Gusnar berharap, melalui penguatan sinergi dan optimalisasi enam bidang SPM, Posyandu dapat bekerja lebih maksimal dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Rakorda tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan agar Posyandu semakin berperan dalam menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari tingkat desa hingga provinsi.











