READ.ID — Aksi anarkis yang melanda Main Camp Sungai Max PT Gorontalo Mineral meninggalkan trauma mendalam bagi para karyawan yang tertinggal di lokasi. Selain fasilitas perusahaan yang hancur, barang-barang pribadi milik belasan pekerja ludes disapu bersih oleh massa aksi.
Lukman Mertosono, salah seorang juru masak (cook) di camp tersebut, menuturkan detik-detik mengerikan saat dirinya nyaris menjadi sasaran amukan massa. Niatnya untuk melarikan diri terpaksa diurungkan setelah diteriaki dan diancam secara verbal.
“Saat itu saya mau mengamankan diri, namun diteriaki massa aksi dengan kata-kata kalau jangan lari, kalau lari torang mau kasih sakit. Oleh karena itu saya tidak lari dan langsung masuk ke dapur,” kenang Lukman.
Di dalam dapur, Lukman mendapati massa aksi sudah berkumpul sambil menyantap makanan perusahaan. Karena jumlah massa yang membludak dan kehabisan makanan, mereka nekat menggeledah freezer dan menjarah seluruh isinya tanpa sisa—mulai dari ikan, ayam, daging, bakso, cumi, udang, hingga bumbu dapur dan sayuran. Perlengkapan masak seperti panci, dandang, hingga tabung gas 5,5 kg turut dijarah. Menurut Lukman, kerugian di sektor dapur saja ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Penderitaan karyawan bertambah tatkala kamar-kamar tempat mereka beristirahat turut dibongkar paksa. Berdasarkan data pendataan yang dihimpun oleh Stenli Ilahude (perwakilan karyawan GM), barang-barang pribadi milik pekerja dari berbagai divisi (Survey, RJS, Operation, Enviro, Medic, hingga Anggota Pengamanan) raib tak bersisa.
Mulai dari tas carrier/ransel, pakaian, sepatu, jam tangan mewah (Skmei), powerbank, speaker, earphone, kartu identitas penting (KTP, SIM B2/C, NPWP, BPJS, Kimper), hingga uang tunai milik sejumlah karyawan—seperti milik Aidil (Rp2 juta), Kasmir (Rp450.000), dan Iral (Rp550.000)—ikut dijarah.
Meski para karyawan dan manajemen harus menelan kerugian materil yang besar, kehadiran aparat kepolisian di bawah pimpinan Kapolres Bone Bolango pada siang hari berhasil memulihkan situasi dan menghentikan aksi lebih lanjut dari massa.











