Dinkes Provinsi Gorontalo Targetkan 2000 Penerima Vaksin Perhari

READ.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo, menargetkan sebanyak 2000 orang, sebagai penerima vaksin perhari.

Kepala Dinkes Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, menuturkan capaian vaksinasi untuk tingkat Provinsi Gorontalo saat ini, masih tergolong rendah.

Sebab, kata dr. Yana, bila melihat catatan yang ada, target penerima vaksin di Provinsi Gorontalo baru mencapai 24 persen, dari jumlah 938.000. Menurutnya, bila dihitung-hitung, untuk mencapai jumlah tersebut, maka harus mencapai 13.000 penerima vaksin setiap hari.

“Sehingga, jika dibagi ke seluruh kabupaten/kota, maka rata-rata harus ada kurang lebih 2000 penerima vaksin untuk setiap harinya,” jelas dr. Yana, saat menghadiri kegiatan percepatan vaksinasi bagi siswa, di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kabila, Kamis (2/9/2021).

Pihaknya menilai, untuk mencapai target tersebut, bukanlah hal yang mudah, namun akan menjadi sukses, ketika semua pihak bergerak mendukung pelaksanaan vaksinasi ini.

Dirinya pun mengakui, ada berbagai kendala yang dihadapi dalam percepatan vaksinasi ini, yang tidak hanya dirasakan oleh Provinsi Gorontalo, tetapi di daerah lain juga.

“Kendala itu, yakni menghadapi rasa takut masyarakat dalam memperoleh vaksin, sehingga kami dari petugas kesehatan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memberikan sosialisasi untuk membantu percepatan vaksinasi Covid-19,” ungkap Yana.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Gorontalo, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Dr. Akhmad Wiyagus, juga mendorong masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19.

Pihaknya, kata Kapolda, akan menindak tegas, bagi penyebar informasi hoaks terhadap pelaksanaan percepatan vaksinasi.

“Kami bersama Forkopimda sepakat, bahwa siapa yang menyebarkan hoax, akan kita tindak dan proses sesuai dengan aturan yang berlaku,” terang Kapolda.

Terakhir, pihaknya berharap kepada semua pihak dan media massa untuk bersama-sama mensukseskan percepatan vaksinasi dan melawan informasi hoaks di masyarakat. (Rinto/Read)