TanggalApril 13, 2021

Fakta-Fakta di Balik Penemuan Mayat pada Kos-Kosan di Gorontalo

Penemuan Mayat di Kos

READ.ID – Penyelidikan peristiwa adanya penemuan sesosok mayat pada salah satu kos-kosan di Gorontalo terus berlanjut.

Dokter Kesehatan (Dokkes) dari pihak Polda Gorontalo juga telah melakukan pemeriksaan di tempat kajadian perkara.

Mayat yang identitasnya bernama Fajrin Hilipito (26) itu sudah di bawa ke Rumah Sakit Aloe Saboe, Gorontalo untuk dilakukan otopsi. Korban diketahui merupakan warga Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Saat proses evakuasi, petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk membawa korban dengan mobil ambulance.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Desmont Harjendro mengatakan untuk saat ini pihaknya belum bisa memastikan terkait penyebab dari kematian korban.

“Kita masih melakukan penyelidikan dalam kasus ini, apakah diduga dibunuh atau tidak. Korban masih akan dilakukan autopsi” ungkapnya, Rabu (3/3/2021) malam.

Kapolres menyampaikan saat ditemukan korban dalam kondisi terikat di kaki dan tangan.

Selain diduga mengalami kekerasan, sejumlah penghuni kos lainnya yang merupakan teman korban menyebutkan bahwa, korban diketahui diduga memiliki uang simpanan 80 juta rupiah.

Selain itu, ada juga satu unit motor. Namun, barang berharga tersebut diduga hilang di dalam kos. Polisi masih terus menyelidiki penyebab kematian korban.

“Yang pasti korban ditemukan dalam posisi kaki dan tangan terikat. Kami belum bisa menyampaikan lebih jauh. Kami juga masih mendalami keterangan sejumlah saksi bahwa, barang berharga milik korban diduga hilang. Kami akan sampaikan laku setelah melakukan penyelidikan,” ungkap Desmont.

Dikabarkan sebelumnya, mayat itu ditemukan pada salah satu kos-kosan di Jalan Palma, Kelurahan Huangobotu, Kota Gorontalo pada Rabu (3/3/2021).

Mayat laki-laki itu sudah dalam keadaan bengkak. Diduga ia meninggal dunia sudah dari beberapa hari kemarin.

Mengingat beberapa penghuni dari kos-kosan masih melihat korban pada Senin (01/3/2021).

“Saat petugas mendatangi lokasi, korban sudah bengkak serta dalam posisi terikat tangan dan kakinya. Korban diperkirakan sudah dua hari meninggal,” ungkap Desmont.

Korban pertama kali diketahui oleh Syarif Nurdin, salah satu penghuni kos.

Syarifawalnya sempat mencium bau menyengat dari kamar korban. Kemudian ia memberitahukannya kepada pemilik kos ada sesuatu yang mencurigakan dari dalam kamar tersebut.

“Baunya sangat menyengat dari dalam kamar. Jadi, saya langsung memberitahukannya kepada pemilik kos dan penghuni kos lainnya,” ujar Syarif saat diwawancarai Read.id.

Penemuan mayat pada kos-kosan di Gorontalo ini sempat menggegerkan warga sekitar dan penghuni kos.

(Wahyono/RL/Read)