FKPT Gorontalo Bakal Menyisir Kampus Tangkal Radikalisme

READ.ID – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Gorontalo, bakal menyisir hingga ke kampus-kampus untuk menangkal bahaya radikalisme.

Hal itu disampaikan Formatur Ketua FKPT Gorontalo, Prof. Karmila Machmud, S.Pd, M.A., Ph.D, saat diwawancarai awak Read.id, di ruangannya, Kamis (16/9/2021).

“Tidak bisa dipungkiri, bahwa mahasiswa bisa menjadi subjek maupun objek dari terorisme. Jadi kalau kita merangkul mereka, serta bekerja sama dengan kampus, maka gerakan penangkalan terhadap terorisme ini akan semakin kuat,” ungkap Prof. Karmila.

Pun, kata Prof. Karmila, dengan merangkul seluruh kampus yang ada, maka penelitian-penelitian terhadap penangkalan terorisme serta radikalisme, semakin mudah dilakukan.

Sebab, tutur Prof. Karmila yang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG itu, mahasiswa yang notabenenya sebagai kaum milenial, acap kali dijadikan sentral penyebaran terorisme.

“Alhamdulillah, untuk di UNG, kita selalu melakukan pemantauan terhadap seluruh Ormawa, dan belum ada tanda-tanda gerakan yang mengarah kepada radikalisme,” bebernya.

Meskipun, imbuh Prof. Karmila, sudah ada beberapa organisasi yang distereotip, tetapi alhamdulillah sampai saat ini, belum ada bukti keterlibatan mereka dalam upaya-upaya yang yang mengarah kepada terorisme.

Menurut Prof. Karmila, Pemerintah RI, sudah sangat sadar tentang hal ini, sehingga muncul keputusan menteri, tentang beberapa mata kuliah wajib, seperti kebangsaan dan keagamaan, yang harus diberikan kepada mahasiswa.

“Untuk Ormawa UNG itu sendiri, sejak kepemimpinan kami, mahasiswa selalu kita arahkan untuk melaksanakan program-program yang mengarah kepada edukasi penangkalan radikalisme, maupun terorisme,” tuturnya.

Seperti, ujarnya, yang sudah dilaksanakan baru-baru ini, BEM UNG mengundang Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), untuk memberikan seminar untuk mengedukasi sejumlah elemen yang ada di kampus.

“Setiap pelaksanaan PKKMB pun, pihak universitas pastinya selalu ada materi tentang bagaimana pencegahan terorisme, radikalisme, serta intoleran,” tandasnya.

(SAS/Read)