Inilah Daftar Nama 9 Penumpang Kapal Asal Gorontalo yang Hilang

READ.ID – Proses pencarian korban 9 penumpang asal Gorontalo di Kapal Layang Motor (KLM) Garuda Jaya yang tenggelam, memasuki hari keempat. Selasa, (27/8), Badan Nasional Pertolongan dan Pencarian atau Basarnas kembali melakukan pencarian dengan menggunakan KN SAR Bhisma.

Komandan post Rescue Luwuk Basarnas Palu, Nur Al Kautsar mengatakan, pencarian melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari Rescue SAR Luwuk, Polairud, ABK KN 239 Bhisma, Koramil Balut, hingga melibatkan masyarakat nelayan. Dalam pencarian itu dibagi dua tim SAR dengan menyisir pulau Masoni dan pulau Limbo.

” Walaupun gelombang masih cukup tinggi, kami masih terus berupaya untuk mencari. Semoga saat melakukan pencarian cuacanya bagu,” Harapnya.

Dari informasi Basarnas Palu, adapun daftar nama-nama 9 penumpang kapal asal Gorontalo yakni :

1. Jemin Nm Botutihe ( L/28)
Alamat : Ds. Tumbu Mekar Kec. Bone kab. Bone Bolango Prov. Gorontalo
2. Aladin Botutihe (L/31)
Alamat : Ds. Tumbu Mekar Kec. Bone kab. Bone Bolango Prov. Gorontalo
3. Moh. Iksal Botutihe (L/29)
Alamat : Ds. Tumbu Mekar Kec. Bone kab. Bone Bolango Prov. Gorontalo
4. Irpan Piyohu ( L/40)
Alamat : Ds. Mula Mahu Kec. Bonr Kab. Bone Bolango Prov. Gorontalo
5. Aris Abdullah
Alamat : Desa Batungo Bungo Kec. Kwandang Kab. Gorut Provinsi Gorontalo
6. Masrun Ishak 36 Thn
Alamat : Desa Batungo Bungo Kec. Kwandang Kab. Gorut Provinsi Gorontalo
7. Ramin Abdullah
Alamat : Desa Batungo Bungo Kec. Kwandang Kab. Gorut Provinsi Gorontalo
8. Tahir Kusuma
Alamat : Desa Batungo Bungo Kec. Kwandang Kab. Gorut Provinsi Gorontalo
9. Ajis Abdullah
Alamat : Desa Batungo Bungo Kec. Kwandang Kab. Gorut Provinsi Gorontalo

Pencarian akan terus dilakukan hingga memasuki hari ke tujuh sesuai dengan UU. 29 tentang pencarian dan pertolongan tahun 2014 yang pelaksanaan operasi SAR selama 7 hari, namun Tim Sar berharap ke sembilan orang korban segera ditemukan.

Sebelumnya Kamis (22/8), 9 warga Gorontalo itu menumpang di kapal Garuda jaya dari pelabuhan dari pelabuhan Lalong Luwuk Kabupaten Banggai Sulteng dengan tujuan Tikong Taliabu, Maluku Utara. Mereka pergi ke Maluku Utara untuk bekerja sebagai pekebun cengkeh.

Pada Jumat (23/8) sekitar pukul 23.00 Wita, tiba-tiba kapal mengalami kebocoran pada bagian lumbung kapal yang kecelakaannya pada titik kordinat 1°37’46.36″S – 124°18’55.29″T, sekitar 100 Nm dari pelabuhan Luwuk. Para penumpang sempat menyelamatkan diri menggunakan pelampung dan perahu sampan milik kapal tersebut. namun adanya ombak yang tinggi saat itu, membuat mereka terpisah berkelompok.

Beruntung Lima orang yang selamat sempat menggunakan perahu sampan. Kemudian mereka ditemukan kapal nelayan saat itu melintas dan korban pun langsung dievakuasi di pulau Sonit. Tim Basarnas menemukan mereka yang selamat pada sabtu, (25/8).

Nama lima korban yang selamat adalah nahkoda kapal Ali Sadi (36), Kasman (62) Ali Kois(39), La Bobi (36) dan Ali Tama(34). Semuanya merupakan warga Desa Todoli, Kecamatan Lede, Kabupaten Taliabu, Provinsi Maluku Utara.