Kades Tenilo Akui Sebagian Akses Jalan Pantai Ratu Masuk Hutan Lindung

READ.ID – Kepala Desa (Kades) Tenilo Kabupaten Boalemo Rafli mengakui jika sebagian akses jalan masuk ke tempat wisata Pantai Ratu masuk dalam kawasan Hutan Lindung.

“Kalau soal akses jalan masuk kawasan hutan lindung itu ada, tapi pembabatan Hutan Mangrove itu tidak ada,” tegas Rafli.

Ia menegaskan, dirinya sebagai kepala desa tidak tahu mana yang masuk kawasan Hutan Lindung dan mana yang tidak masuk kawasan hutan lindung, karena memang tidak ada tanda pembatas.

Ia menambahkan akses jalan itu awalnya dibuka menggunakan dana desa.

“Saya memang tidak koordinasi dengan dinas di tingkat provinsi, karena aturan itu saya tidak tahu, nanti sudah viral baru saya tahu aturannya seperti itu,” tegas Rafli.

Ia menegaskan kembali bahwa tidak ada pembabatan atau pengrusakan Hutan Mangrove. Soal kawasan Hutan Mangrove di Desa Tenilo tetap terjaga, dengan adanya tempat wisata Pantai Ratu dan tidak dibarengi dengan keindahan Mangrove tentu tidak bagus.

“Jadi dalam hal mengenai pembabatan hutan Mangrove itu cuma isu, yang saya tahu tidak ada pembabatan mangrove,” tegasnya kembali.

Menurutnya bahwa, pembukaan tempat Wisata Pantai Ratu dari segi ekonomi memiliki nilai tambah buat masyarakat,

Jika dihitung sejak dibukanya kawasan wiata Pantai Ratu, pendapatan hampir sekitar Rp200 juta, sementara Desa Tenilo masuk kawasan desa tertinggal.

“Dengan adanya program dari pusat, desa diminta mempunyai inovasi, dengan adanya dana desa yang digelontorkan oleh pemerintah, sehingganya inovasi kami dijadikan tempat wisata, dimana desa ini memiliki alam dan kawasn pantai yang sangat memikat dan menakjubkan,” urainya.

Menurutnya sepenuhnya pengelolaan tempat wisata Pantai Ratu itu masuk BUMDes, dan ada master plannya.

Ia menceritakan bahwa, sisi positifnya adalah saat dibuat acara lebaran ketupat di kawasan Pantai Ratu ekspektasi masyarakat yang datang sangat suka dengan keberadaan Pantai Ratu.

“Puluhan ribu orang datang dan suka keberadaan Pantai Ratu, secara ekonomi sangat menguntungkan dan saya harus perjuangkan hal itu,” jelasnya juga.

Dirinya mengakui memang bukan masyarakat asli Desa Tenilo, tapi dirinya ikhlas untuk menumbukan ekomoni masyarakat Desa Tenilo, dan tidak ada kepentingan kecuali masyarakat Tenilo,

“Saya ingin menumbuhkan ekonomi masyarakat Desa Tenilo, saya punya niat baik untuk masyarakat, namun kurang pendampingan dan pengawasan,” imbuhnya.

Jika kemudian Pantai Ratu kalau sudah jadi bagus ini bukan hanya Desa Tenilo terkenal tapi atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo.****

Related Post

TRENDING TOPIC

TRENDING POST