Keluarga Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI di Gorontalo Minta Keadilan

Pengeroyokan TNI Gorontalo

READ.ID – Pihak keluarga dari salah satu pelaku pengeroyokan anggota TNI di Gorontalo meminta keadilan atas tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan oknum aparat kepada pelaku bernama Rinto Jako.

Permintaan itu disampaikan keluarga besar Rinto Jako saat menggelar unjuk rasa di Mapolres Gorontalo Kota, maupun di ruas jalan kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Kamis (04/2/2021).

Ningsih, selaku Istri pelaku pengeroyokan saat diwawancarai Read.id di rumahnya di kelurahan Tenda mengaku, suaminya (Rinto Jako) dalam kasus ini memang bersalah telah memukuli salah satu anggota TNI yang bertugas Yonif 715 R/MTL.

Namun Ningsih memprotes dan mempertanyakan aksi kekerasan balasan yang dilakukan kepada suaminya yang dianggap tidak bermoral.

“Kasihan suami saya. Tindakan kekerasan ini tidak sebanding apa yang dilakukan oleh suami saya, karena dia dianiaya seperti binatang dan ditelanjangi, bahkan kami sangat malu karena kondisi suami saat telanjang beredar di media sosial. Saya berharap ada keadilan dari pejabat tertingi,” ucap Ningsih sambil menangis.

TNI Gorontalo
NIngsih, Istri Pelaku Pengeroyokan TNI di Gorontalo menangis saat diwawancarai wartawan. (Foto Read.id)

Ia menilai aksi kekerasan ini adalah tindakan keji dan tidak beradab karena ini melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Tolong suami saya dihukum seadil-adilnya, jangan dipukul habis-habisan seperti itu,” protes Ningsih.

Ningsih berharap pihak pejabat tertinggi TNI-Polri maupun Komnas HAM, serta pemerintah untuk mengusut tuntas pelanggaran HAM tersebut.

Sementara itu, Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Desmont Harjendro saat ditemui Read.id menyampaikan, pihaknya menyarankan kepada keluarga pelaku pengeroyokan segera melapor kepada petugas, jika merasa tidak sesuai dengan aturan.

“Jika pihak keluarga pelaku merasa ada yang tidak sesuai, silakan mereka membuat laporan resmi ke polisi, saya sarankan seperti itu,” ucap Desmont.

“Nanti laporannya kita coba pelajari dan tindak lanjut. Apakah kita akan tindaklanjuti atau kita limpahkan ke POM (Polisi Militer), atau mungkin ke lembaga yang lain. Prosedurnya seperti itu,” tutur Kapolres.

TNI
Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Desmont Harjendro saat diwawancarai wartawan. (Foto Read.id)

Kapolres Desmont juga meminta kepada masyarakat agar tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan bersama, sehingga tidak merugikan masyarakat itu sendiri.

“Mari kita jaga bersama Gorontalo secara Kondusif. Jangan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas Kapolres.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa pengeroyokan yang diduga dilakukan sekitar 12 orang pelaku terhadap anggota TNI Yonif 715 R/MTL, Pratu Miftahul Ikhsan Rambe terjadi di tempat hiburan malam, Quen Tiara Club Jalan Prof Dr Aloe Saboe, Wongkaditi, Kota Utara, Kota Gorontalo pada Senin (1/2/2021) sekitar pukul 04.15 Wita.

Adegan pemukulan pada anggota TNI di Gorontalo itu sempat terekam kamera CCTV di sekitar bangunan setempat. Video dari pemukulan itu kini sudah beredar di sejumlah media sosial. Saat insiden pemukulan, Miftahul sempat bersama dengan temannya Sertu Tirta.

Dari informasi yang dihimpun Read.id, Kejadian pemukulan berawal pada Senin (01/2/2021) sekitar pukul 04.00 Wita, ketika itu Sertu Tirta dan Pratu Miftahul Ikhsan terjadi adu mulut dengan Rinto.

Saat Sertu Tirta dan Pratu Miftahul keluar dari Queen Tiara, mereka diikuti oleh Rinto dan para teman-temannya di halaman parkir Quen Tiara Club. Beberapa saat kemudian, pengeroyokan itu pun terjadi.

Beruntung Sertu Tirta sempat menghindar dan melarikan diri, karena dikejar menggunakan senjata tajam oleh pelaku.

Namun, berbeda dengan Pratu Miftahul. Dalam video CCTV yang beredar, dirinya dipukul secara brutal oleh para pelaku.

Akibatnya, korban mengalami babak belur dan saat ini masih menajalani perawatan di rumah sakit Aloei Saboe, Kota Gorontalo.

Dalam kasus ini, dilaporkan sudah ada 8 orang pelaku sudah diamankan di Polda Gorontalo. Sementara pelaku lainnya masih diburu oleh petugas.

(Wahyono/RL/Read)

 

 

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version