Kesalahan Penjemputan Pasien Covid-19 di Pohuwato Disebut Insiden Memalukan

READ.ID – Kesalahan penjemputan terhadap salah satu pasien yang dikira positif Covid-19 di Kabupaten Pohuwato disebut sebagai insiden yang cukup memalukan.

Demikian disampaikan Assisten Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo Wahiyudin Mamonto, Sabtu (23/1/2021).

“Wuih, masih ada lagi yang hal seperti itu setelah setahun penyeberan Covid-19 kita semua berkutat dengan virus ini? Cukup memalukan saya rasa, karena di saat ini seharusnya para petugas kita sudah paham dan terlatih,” kata Wahiyudin.

Kesalahan ini berawal seminggu sebelumnya saat salah seorang warga Pohuwato dengan inisial NC yang juga merupakan honorer di lingkungan pemda setempat mengkuti swab tes yang digelar oleh dinas kesehatan.

Kemudian pada Selasa, 19 Januari 2020 sekitar pukul 10 pagi, keluarganya kaget karena didatangi oleh mobil ambulans dengan dua orang petugas yang mengenakan APD lengkap. Kedatangan mereka guna menjemput NC.

NC dikira adalah pasien positif. Padahal, sebelumnya NC telah mendapatkan informasi bahwa hasil swab-nya negatif.

Setelah mendapatkan penanganan khusus untuk pasien Covid-19, NC dipersilahkan untuk memilih kamar isolasi di Hotel Alfa.

Tidak lama kemudian petugas kesehatan baru menyadari ternyata mereka salah orang. NC bukanlah warga yang sebenarnya dinyatakan positif dan hendak dijemput.

Oleh karena itulah Assisten Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo, Wahiyudin Mamonto menyebut insiden salah jemput ini merupakan hal yang memalukan.

Ombudsman juga mempertanyakan penerapan SOP penjemputan pasien oleh Satgas Covid-19 di Kabupaten Pohuwato itu.

(Aden/Read)