Kontingen Sulteng Potensi Rajai Podium Sprint Celebes 1942 Jilid V

Sprint Celebes 1942

READ.ID – Kontingen yang berasal dari Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), dinilai memiliki potensi untuk merajai podium juara pada event Orienteering Nasional Sprint Celebes (SC) 1942 jilid V tahun 2021.

Sesuai pantauan tim Read.id, dari 60 orang yang mendaftarkan diri kepada panitia sebagai peserta, kontingen yang tergabung dalam Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Sulteng itu, mengutus sebanyak 26 atlet untuk mengikuti event nasional yang diselenggarakan oleh Mapala Alaska FT-UNG tersebut.

Salah seorang penggiat alam bebas di Gorontalo, yang juga pecinta olahraga Orienteering Kemas Aprilia Taurus menilai, tidak hadirnya atlet yang menjadi pesaing terberat mereka pada perhelatan SC 1942 jilid V kali ini, bisa di pastikan kontingen Sulteng bisa merajai podium juara.

“Menurut saya, Sulteng punya potensi untuk meraih juara pada perhelatan Sprint Celebes 1942 Jilid V ini, pasalnya, kontingen dari Jakarta tidak ada yang datang, karena cuma Jakarta yang jadi saingan berat bagi Sulteng,”ungkap Kemas kepada media, Kamis (9/9/2021)

Hal tersebut, menurut Kemas didasari dari sejarah perhelatan SC 1942 itu sendiri, dimana sejak event ini di mulai pada tahun 2015 hingga saat ini Sulteng yang tak pernah absen mengikuti, hanya memiliki pesaing berat yaitu Jakarta.

Dirinyapun menjelaskan, tercatat sejak SC 1942 Jilid I hingga Jilid V ini, kontingen Sulteng meraih prestasi yang seimbang dengan pesaingnya kontingen yang bersal dari Jakarta.

“Terhitung sejak SC Jilid I sampai dengan saat ini, setidaknya dua kali Sulteng mampu menyabet juara 1, yakni pada perhelatan SC 1 (2015) dan SC 2 (2016), kemudian pada SC Jilid 3 (2017) dan SC jilid 4 (2019) sulteng hanya mampu meraih juara 2, kalah bersaing dengan kontingen dari Jakarta (Tangerang),”tururnya

sementara itu, untuk kontingen lokal (Gorontalo) sebagai tuan rumah, menurutnya Kemas, melihat track record mereka di perhelatan ini, masih harus berupaya keras untuk memastikan berdiri berdiri dipodium juara.

Dirinya menambahkan, meski pernah mengukir prestasi di kategori putri juara 1 dan 2, kemudian putra pernah menyabet juara 2 dan 3, namun pada perhelatan SC Jilid V ini harus beruapaya extra, dikarnakan atlet yang berpartisipasi kali ini terbilang baru.

“Karena peserta lokal yang ikut tahun ini rata-rata masih pemula,”imbuhnya

Selanjutnya Kemas berharap, event olahraga Orienteering ini bisa berkembang pesat di Indonesia umumnya, dan di Gorontalo khususnya, dirinya juga berharap, kedepan di Gorontalo bukan hanya Mapala Alaska FT-UNG saja yang dapat menggelar perhelatan nasional seperti ini.

Tapi ada juga komunitas-komunitas lain yang mau melaksanakan event semacam ini, agar olahraga ini semakin dikenal ditingkat lokal, dan juga dapat diikuti oleh berbagai kalangan yang ada.

“Kedepannya, Orienteering ini tidak hanya dikenal oleh kalangan petualang dan organisasi pecinta alam saja, tapi bisa juga dikenal oleh semua kalangan, baik itu Polri/TNI, Petani, anak sekolah dan lain-lain,”tandasnya

(JK/Read)