Lapas Gorontalo: 110 Orang Keracunan usai Buka Puasa Bersama, 5 Diantaranya Sipir

keracunan Gorontalo

READ.ID – Pihak Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas 2A Kota Gorontalo menyebut ada 110 orang yang mengalami keracunan usai menggelar buka puasa bersama di dalam lapas pada Minggu (09/5/2021) petang.

Selain 105 narapidana, 5 petugas sipir lapas juga ikut keracunan dalam waktu yang berbeda-beda.

“Semuanya ada 110 orang termasuk 5 petugas lapas yang keracunan dengan gejala ringan,” ungkap Dokter Lapas kelas 2A Kota Gorontalo, Dr Sriyolanda Djafar pada Minggu (09/5/2021) petang.

Dr Sriyolanda juga menceritakan, keracunan makanan berawal saat Lapas menggelar buka bersama dengan ratusan warga binaan

Petugas Lapas sendiri menyediakan menu berupa bubur ayam dan kue yang dibeli dari luar Lapas.

“Makanan bubur ayam untuk buka bersama kita pesan dari luar. Kita pesan hanya di satu tempat penjualan saja,” ucap Dr Sriyolanda kepada wartawan, Senin (10/5/2021) pagi.

Setelah buka bersama, kata Sriyolanda, sekitar pukul 21.30 Wita mereka yang ada di dalam sel tiba-tiba merasa mual dan muntah.

“Saat itu semua penghuni lapas sudah panik, makanya kita utamakan penyelamatan terlebih dahulu. Namun saat kejadian, tidak ada yang sampai syok. Mereka hanya mual dan muntah,” ungkapnya.

Ia juga menyebut total warga binaan yang keracunan makanan sebanyak 110 orang. Namun yang dilarikan ke rumah sakit hanya 49 orang. Para korban saat ini menjalani perawatan di rumah sakit Otanaha dan Aloei Saboe.

“Yang masuk rumah sakit itu semuanya 49 orang. Sementara yang lainnya hanya gejala ringan dan kembali lagi ke blok hunian. Mereka yang di rumah sakit, alhamdulillah mulai membaik. Jika memang sudah pulih betul, kami akan kembalikan lagi ke dalam lapas untuk melakukan obervasi kepada warga binaan,” jelasnya.

“Kemudian untuk penyebab keracunan, belum bisa dikatakan keracunan makanan karena masih menunggu uji sampel makanan dari BPOM,” tambahnya.

Sebelumnya satu persatu korban dievakuasi menggunakan sejumlah mobil ambulans pada Senin (10/5/2021) dini hari.

Namun, kurangnya ambulans sedikit memperlambat proses evakuasi. Untuk memaksimalkan evakuasi korban, sejumlah mobil ambulans terpaksa bolak balik mengevakuasi korban menuju rumah sakit.

(Wahyono/Read)

Berikut video Lapas Gorontalo ungkap kronologis narapidanan keracunan massal

YouTube video player

Baca berita kami lainnya di

Exit mobile version