Mahasiswa UNG Serahkan Naskah Tuntutan ke Gubernur Gorontalo

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

READ.ID – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyerahkan naskah tuntutan kepada dalam aksi demonstrasi jilid IV, Kamis (5/11/2026).

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan nasional dan daerah. Salah satu isu yang menjadi sorotan utama adalah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Provinsi Gorontalo.

Moderator aksi, Rizky Detuange, mengatakan penyerahan naskah tuntutan tersebut bertujuan agar pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap persoalan distribusi BBM yang hingga kini menjadi keluhan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa turut menyertakan sejumlah data dan fakta sebagai bahan pembanding untuk mempertanyakan mekanisme distribusi BBM bersubsidi di Gorontalo.

“Bagaimana prosedural BBM bersubsidi jenis Pertalite ini masuk di Provinsi Gorontalo, dan ada pembandingan dari teman-teman melalui fakta dan data yang teman-teman mahasiswa. Ini disampaikan langsung ke hadapan Gubernur Provinsi Gorontalo,” ujar Rizky.

Selain persoalan BBM, mahasiswa juga menyampaikan kekecewaan atas ketidakhadiran Gubernur Gorontalo dalam rangkaian demonstrasi jilid I, II, dan III sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur memberikan penjelasan mengenai alasan dirinya tidak menghadiri aksi demonstrasi yang telah berlangsung sebelumnya.

Rizky juga meminta Gubernur agar lebih tegas dalam menyuarakan kepentingan daerah kepada pemerintah pusat, terutama terkait pelaksanaan program-program strategis nasional yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap daerah.

“Kami meminta kepada Gubernur Gorontalo untuk lebih menegaskan kepada pemerintah pusat agar beberapa hal yang berkaitan dengan program strategis pemerintah pusat ini perlu ada evaluasi kembali, karena dampaknya ada di daerah sampai di kabupaten/kota yang ada di Provinsi Gorontalo,” tegasnya.

Ia menambahkan, pertemuan dengan Gubernur merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada lembaga eksekutif.

Meski telah bertemu dan menyerahkan naskah tuntutan kepada Gubernur, Rizky menegaskan perjuangan Aliansi Merah Maroon belum berakhir.

Mahasiswa berencana melanjutkan penyampaian aspirasi dengan menyasar lembaga legislatif dan aparat penegak hukum terkait sejumlah persoalan yang menjadi perhatian mereka di Provinsi Gorontalo.

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60